Tampilkan postingan dengan label fanfiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fanfiction. Tampilkan semua postingan

Sabtu, April 13, 2013

She is My Girlfriend (Chapter 4)


Kalau kau ingin menggangguku sekarang. Silahkan pergi.” Ucap Kyuhyun datar begitu melihat Rin Ah memasuki apartemennya tanpa melihatnya sama sekali. Rin Ah sedikit terkejut, namun entah sejak kapan, ia mulai terbiasa dengan sikap dinginnya Kyuhyun. Entahlah tidak ada yang tahu. Tapi, satu yang Rin Ah sadari. Kali ini Kyuhyun benar-benar terlihat kacau.

Apakah ia sedih?

Masa sih?

Selama ini kan ia memang selalu menyebalkan. Tidak pernah tidak. Tapi kali ini?

Pertanyaan-pertanyaan itu mendadak muncul di kepala RinAh tanpa bisa dicegah, sekaligus membuatnya sadar pasti ada sesuatu yang sedang terjadi.

“Kau ini kenapa sih?” tanya RinAh agak marah, tetapi Kyuhyun tetap diam. Ia malah memilih untuk pergi ke dapur dan menambil sebotol air mineral dari lemari esnya.

“Oke, baiklah baiklah. Aku tidak akan mengganggumu. Setidaknya saat ini. Aku ke sini murni tidak bermaksud mengajakmu bertengkar seperti ini.” Ucap RinAh lagi tahu bahwa ucapannya yang tadi sama sekali tidak digubris.

“Wanita itu makhluk yang seperti apa sih?”

Rin Ah terdiam. Apa-apaan ini? Kenapa tiba-tiba Kyuhyun melemparkan sebuah pertanyaan konyol pada dirinya. Bukankah harusnya ia sudah tahu jawabannya ya. Ish.

“Maksudmu?”

“Ck.. haruskah aku mengulang pertanyaanku?”

“Tidak perlu. Aku belum tuli. Kau ini memang tidak pernah ramah ya! Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu padaku?”

“Tidak apa-apa. Ya! RinAh-ssi.” Kyuhyun meninggikan suaranya. Bermaksud untuk memotong ucapan RinAh yang selanjutnya. Aku tahu pasti anak ini ingin membalikkan pertanyaan lagi. Sial.

“Sebenarnya kau ini niat gak sih untuk menjawab pertanyaanku? Iya, aku tahu. Pertanyaanku memang konyol, lalu? Tapi aku benar-benar tidak tahu jawabannya.” Jelas Kyuhyun sehingga membuat RinAh terdiam.

RinAh masih diam, belum menjawab Kyuhun. Mereka berdua diam. Membuat keheningan diantara mereka semakin mencekam. Tidak ada yang bergerak, tidak ada yang bahkan menoleh satu sama lain hingga akhirnya Kyuhyun mengalah. Ia beranjak dari tempat tidurnya.

“Yasudahlah, lupakan saja. Aku tahu memang sia-sia bertanya padamu.”

“Pertanyaanmu kurang spesifik. Kalau kau bertanya begitu, jawabannya ya Wanita itu.. sama sepertimu. Manusia.”

Seketika itu juga Kyuhyun langsung melemparkan tatapan sinisnya kepada gadis itu.

Salah. Salah besar aku bertanya padanya. Umpat Kyuhyun dalam hati.

“Dengarkan aku dulu, aku belum selesai bicara. Wanita itu.. em.. apa ya.. memang makhluk yang sulit untuk dimengerti. Sulit untuk ditebak, kecuali kau benar-benar mengenalnya. Itu pun tidak menjamin kau bisa mengertinya seratus persen. Tujuh puluh persen pun sepertinya tidak. Tidak pernah ada yang tahu bagaimana isi hati wanita sekalipun kau berusaha mengoreknya. Percayaah akan hal itu. Yah setidaknya begitulah yang aku tahu.”

Kyuhyun terdiam mendengar penjelasan RinAh. Begitukah?

“Kau saja tidak pernah mengerti aku yang bukan siapa-siapamu. Yang kau sebut-sebut hantu atau apalah. Bagaimana kau mau bisa mengerti isi hati orang yang kamu sayang.”

RinAh sengaja memelankan suaranya, berharap Kyuhyun tertampar keras dengan ucapannya, namun yang ia dapatkan lagi-lagi tatapan Kyuhyun yang tidak bisa ia mengerti.

Dia ini kenapa sih?

“Gomawo RinAh-ssi.”

“Dwaesseo. Kenapa? Masih patah hati ya? Kan banyak tuh cewek diluar sana yang suka sama kau. Kenapa juga harus memikiran orang yang tidak menyukaimu.”

“Haha benar juga. Omong-omong ada apa kau kemari?”

“Oh.. itu. Enggak jadi deh. Aku pergi dulu ya. Annyeong.”

“Ya! Maafkan aku. Aku tahu kau kemari ada sesuatu. Katakan saja.”

“Em.. aku ingin meminta bantuanmu. Boleh?”

“Soal?”
*

Sebenarnya RinAh begitu senang mendapati Kyuhyun telah berada di apartemennya lagi. Setelah.. ya bisa dikatakan seminggu ia menghilang begitu saja. Tanpa memberi kabar apapun. Tidak pernah muncul di kedai Ramyun milik Hankyung ahjussi, atau tampil di acara TV bersama Super Junior atau pribadi. Tidak pernah muncul di Radio Sukira untuk sekadar mengunjungi Sungmin oppa. Ini semua pasti karena jadwal Super Junior yang sedang santai.

Oke, RinAh akui, memang ia bukanlah siapa-siapanya Kyuhyun tapi setidaknya kan ia memberi pesan atau apalah agar dirinya tidak merasa kehilangan seperti ini. Kan dia sendiri yang datang menghuni apartemen miliknya lalu sekarang ia menghilang begitu saja? Padahal ia belum sempat meminta tolong padanya... dan waktunya sudah berkurang selama 8 hari! Bisa dibayangkan kan?

Tapi ketika rasa senangnya membuncah dan hampir saja ia memeluk Kyuhyun begitu RinAh mendapati Kyuhyun berada di apartemennya lagi, Kyuhyuh malah mengusirnya? Mengatakan bahwa “Kalau kau ingin menggangguku sekarang, silahkan pergi... bla bla bla” jelas saja ia merasa sakit hati. Dan sudah dipastikan RinAh akan menampar wajahnya kalau saja ia tidak sedang terlihat kacau.

Iya, RinAh menyadari bahwa Kyuhyun sedang kacau. Patah hati mungkin? Karena gadis itu lagi? Tapi RinAh agak tidak percaya melihat kondisi Kyuhyun seperti itu. RinAh merasa sedikit marah, tidak rela dengan keadaan Kyuhyun yang kacau seperti ini. Tetapi ia tidak bisa menujukkan rasa marahnya itu. Tidak mungkin.

“Wanita itu makhluk yang seperti apa sih?”

Pertanyaan Kyuhyun jelas menunjukkan ia sedang patah hati, membuat RinAh semakin terdiam. Bingung harus menjawab apa. Baru saja ia –untuk ke sekian kalinya- adu mulut dengan Kyuhyun tetapi ia malah mendapatkan pertanyaan seperti itu. Konyol tapi sangat dalam. Rin Ah mencoba berpikir, mencari-cari jawaban yang pas untuk dikatakannya tetapi ia malah mendapatkan ucapan tajam darinya. Bagaimana mungkin ia bisa menjawab pertanyaannya kalau Kyuhyun saja tidak mau memberinya sedikit waktu.

“Wanita itu..”
*

Kyuhyun menghela napasnya kembali. Tidak habis pikir dengan permintaan tolongnya yang aneh itu. Ia masih membayangkan ucapan RinAh sebelumnya, sebegitu burukkah ia bersikap pada RinAh sebelumnya?

Aaaaish. Neo babo-ya! Kyuhyun-a!

Bisakah kau bersikap lebih manusiawi kepadaku?

Bisakah kita berteman, iya hanya berteman seperti yang lainnya.

Bisakah kau yah, sekali saja tidak mengusirku ketika aku datang. Karena sungguh, kau selalu bersikap seperti itu padaku!

Ucapan-ucapan RinAh begitu menusuk hatinya. Mianhae RinAh-ssi. Aku tidak pernah bermaksud seperti itu..

Lamunan Kyuhyun terhenti ketika ponselnya kembali berdering. Ia mengambil ponselnya dan melihat nama yang tertera di sana. Ck!

“Ne hyeong? Wae geurae?” ucap Kyuhyun malas

“Kau kenapa?” tanya Eeteuk tanpa basa-basi terlebih dahulu

 “Memangnya aku kenapa?”

“Dasar bodoh. Sudah berapa lama aku mengenalmu? Jelas saja aku tahu kau itu sedang kenapa-kenapa.”

“Oh itu..”

“Jadi masih belum mau cerita padaku? Baiklah.”

“Bukan begitu maksudku hyeong.. aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri. Setidaknya sampai saat ini. Hyeong tenang saja.”

“Huahaha masih berlagak kuat juga nih bocah. Yah, terserah padau sajalah nak’ aku percaya padamu! Jangan segan-segan untuk meneleponku kalau kau perlu bantuan.”

“Ne hyeong! Annyeong~”

Tut-tut-tut..

Kyuhyun mengetik sebuah nama di kontak ponselnya. Bermaksud untuk meneleponnya dan menyelesaikan semuanya. Setidaknya ia tidak ingin dikatakan seorang pengecut oleh siapapun di luar sana. Tidak akan.

Teleponya tersambung, tidak lama kemudian..

“Yoboseyo Seohyun-a! (Halo, seohyun!) Neo odi e isseoyo? (Kamu di mana?)”

 Ya, aku harus menyelesaikannya sekarang juga!
*

“Naega jeongmal dangsineul johaheyo, Seohyun-ah! Neomu johahae.”

Kata-kata itu muncul begitu saja tanpa bisa dicegah oleh Kyuhyun padahal Seohyun baru saja datang dan manaruh tasnya.

“Ne, oppa? Kenapa.. begitu tiba-tiba?”

Ekspresi wajah Seohyun jelas menandakan bahwa ia begitu terkejut, tapi Kyuhyun tidak memerdulikannya. Ia tetap harus bicara. Iya, harus!

“Anni.. (tidak) aku ingin bertemu denganmu hanya karena ingin mengatakan hal ini padamu.”

“Tapi kenapa?”

“Kenapa apanya?”

“Kenapa oppa baru bilang sekarang?! Dan kenapa tiba-tiba seperti ini!”

“Aku.. sudah tidak tahan lagi. Aku tidak bisa menyembunyikan perasaanku lebih lama lagi sedangkan kau sudah bersama orang lain.”

Seohyun terdiam sejenak, merapihkan bajunya dan kembali menatap Kyuhyun.

“sejak kapan?”

“sejak.. apa? Apa sih maksudmu?”

“aku tanya.. sejak kapan oppa menyukaiku.”

“Ooh.. Sejak bertahun-tahun yang lalu. Sejak aku mengenalmu. Sejak kita digosipkan. Sejak aku mulai dipairingkan denganmu. Sejak aku tahu bahwa kau gadis yang baik.”

“Oh begitu ya..” Seohyun tersenyum padanya, senyum yang tidak bisa diartikan oleh Kyuhyun.

“Kau tidak ingin mengatakan apa-apa? Yasudahlah. Aku pulang dulu ya. Annyeong”

Kyuhyun berjalan membelakangi Seohyun, semakin lama semakin jauh.

“Kyuhyun-oppa~ gomawo..” ucap seohyun setelah berhasil meraih lengan Kyuhyun kembali. “Oppa, andai oppa mengatakannya sedari dulu. Mungkin tidak akan seperti ini jadinya.”

“Maksudmu?”

“Ne, nan Kyuhyun-oppa johahaeyo. (Iya, aku menyukai Kyuhyun-oppa) Tapi aku rasa rasa sukaku ini lebih diartikan bahwa aku menyukai oppa hanya sebagai kakak.”

“Oh.. iya. Aku sudah tahu hal itu.” Kyuhyun mendelik sebentar, masih dengan sikap congkaknya seperti biasa. Namun, Seohyun sudah mengenalnya cukup lama, jadi ia hanya tersenyum melihat ekspresi oppanya itu.

“Haaaaah~ leganya!! Terima kasih ya. Jaga dirimu baik-baik. Aku pulang dulu.”

“Ne oppa. Gomawoo..”

“Cheonma~ semoga kau bahagia bersamanya.”

“Eo! Oppa! Jaljayo~”

Kyuhyun terus melangkah. Menuju lapangan tempat ia memarkirkan mobilnya tanpa menoleh sedikitpun ke belakang. Ia tahu, iya, tahu pasti bahwa saat ini seohyun pasti sedang menatap punggungnya, hingga ia menghilang dari pandangan Seohyun. Tapi, Kyuhyun tidak mau menoleh ke belakang. Kyuhyun takut, keputusannya akan sirna begitu saja ketika melihatnya. Ia takut, ia tidak bisa melepaskan Seohyun. Iya, ia takut akan hal itu.
*

Kyuhyun kembali memarkirkan mobilnya di lapangan parkir gedung apartemen tempat ia tinggal. Perasaannya sungguh lega sekarang. Ya, ia sudah memutuskan untuk melepaskan Seohyun dan ia tidak akan menyesal akan hal itu. Saat ini, yang ia ingikan adalah bertemu dengan RinAh dan menceritakan semuanya. Yang, paling tidak ia harus memperbaiki hubungannya dengan RinAh.

Karena kalau dipikir-pikir, selama ini memang ia selalu jahat ya kepada RinAh. Tapi kan tidak sepenuhnya ia bersalah! RinAh juga yang terkadang suka bersikap menyebalkan. Yah, meskipun demikian, RinAh tetap menyenangkan. Ia bahkan selalu hadir di saat-saat tak terduga. Di saat heong-hyeongnya tidak bisa menemaninya, RinAh tanpa diundang malah tiba-tiba hadir di sisinya. Ketika ia benar-benar merasa patah hati, ia juga hadir menemaninya.

Menyenangkan juga mempunyai teman hantu sepertinya.

Tapi, setiap kali ia melihatnya, perasaan itu pasti akan muncul. Perasaan bersalah akan kecelakaan setahun yang lalu. Bagaimana kalau perempuan itu bernasib sama dengan RinAh? Luntang-lantung di dunia ini. Tidak jelas. Bagaimana dengan keluarganya?

Ah, terserahlah! Aku tidak ingin merusak  suasana hatiku sendiri. Tidak mau.

Kyuhyun memasuki gedung apartemen itu, memilih melewati tangga ketimbang lif yang disediakan oleh gedung ini. Berharap ia menemukan RinAh di kamarnya dan ia akan tersenyum lebar. Tidak, ia tidak akan mengusirnya lagi. Cukup kemarin saja.

Kyuhyun mengambil kunci pintunya di saku, yah andai saja ia seperti RinAh, ia tidak akan memerlukan kunci lagi. Setelah berhasil mendapatkan, ia membuka pintunya.

“Rin Ah?”
***

Tobe continued.

Minggu, Oktober 07, 2012

She is My Girlfriend (Chapter 3)


Kyuhyun membuka matanya. Menatap langit-langit kamarnya yang berwarna putih buram sambil mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali. Berusaha untuk mengumpulkan nyawanya yang baru saja kembali setelah tidurnya selama beberapa jam. Ck! Gumam Kyuhyun pelan setelah kesadarannya pulih sepenuhnya. Kyuhyun lalu bangun, berjalan menuju kamar mandi dan membasuh wajahnya yang muram. Bahkan tidur pun masih belum bisa menghilangkan rasa kesalnya tadi sore.

Tiba-tiba saja Kyuhyun teringat RinAh. Ish! Harusnya aku tidak bersikap seperti itu juga terhadapnya! Hanya karena ia sedang kesal karena masalah lain, lantas ia harus melampiaskannya pada RinAh? Sangat bukan sifat Kyuhyun. Kyuhyun menatap pantulan dirinya di depan cermin yang sangat jelek. “Hhh, bisa-bisa aku keriput lebih dini kalau terus-terusan begini!” gumam Kyuhyun sambil meraba-raba wajahnya. Ia lalu mengambil handuk yang berada di sebelah cermin dan mengusap wajahnya.

“Bisa aja kan kalau ternyata mereka cuma lagi syuting buat CF terbaru mereka? Bukan karena mereka sedang pergi berdua aja kan? Benar juga, mereka berdua kan memang masih terikat kontrak dengan variety show itu kan ya? Ish, kenapa juga aku bodoh kayak gini sih! Pake acara marah-marah juga lagi. Ya ampun, kalau emang kayak gini terus-terusan beneran bisa keriput lebih cepet.”

Kyuhyun tersentak mendengar dering ponselnya. Ia kembali kamarnya dan mendapati sebuah nama di layar ponselnya. Seohyun-ah. Ck!

Kenapa justru orang yang saat ini tidak mau ditemuinya malah meneleponnya? Ada apa perlu apa memang?

“Iya, ada apa Seohyun-ah?”

“Oppa! Kau lupa ya? Kau bilang akan mengantarku malam ini ke rumah sakit? Ingat?”
Ya Ampun! Kenapa juga aku bisa lupa janji itu!

“Ah iya! Baiklah. Tunggu aku dalm waktu 10 menit. Aku akan ke rumahmu sekarang.” tanpa sadar, sebuah senyum kembali merekah di wajah Kyuhyun.
*
“Ku mohon, aku masih ingin hidup di dunia ini. Apakah kau tidak kasihan melihatku? Aku saja tidak tahu di mana tubuhku sekarang. Di mana orangtuaku atau ah- apakah orangtuaku masih hidup atau tidak? Bagaimana juga dengan teman-temanku yang lain? Masih banyak yang ingin aku lakukan di dunia ini. Sungguh. Aku masih belum siap. Jebal eonni... (aku mohon kak)” Rin Ah mendekapkan kedua tangannya di depan wajahnya, memohon agar permintaannya dikabulkan tetapi gadis itu hanya menatapnya datar.

“Yaa! Kau pikir kematian itu akan menjemputmu ketika kau sudah siap?! Ataukah kematian harus menelponmu terlebih dahulu untuk memberikan pemberitahuan bahwa kau harus pulang ke akhirat?! Sejak kapan hal itu terjadi? Jangan seenaknya mengatur. Semuanya itu sudah tertata. Tersistem. Dan kau tidak bisa seenaknya merusak sistem tersebut.” Ucap gadis itu sambil menyampirkan rambutnya yang hitam panjang ke balik bahunya.

Wajah RinAh mendadak berubah menjadi tegang, ia tidak pernah berpikir bahwa hal ini benar-benar akan terjadi. Maksudnya, halooo~ aku ini masih muda, masih menjadi anak bau kencur yang baru tahu seluk-beluk dunia ini, masih banyak hal yang ingin dilakukannya. RinAh tertunduk, wajahnya lemas melihat ekspresi gadis itu. Seolah semua yang diucapkan gadis itu adalah sebuah putusan juri yang tidak bisa diganggu gugat lagi, seolah yang tadi gadis itu ucapkan adalah takdir dari perjalanan hidupnya. Ya Tuhan, dengarlah doaku. Sungguh, aku benar-benar tidak ingin meninggal dulu sekarang. Aku akan melakukan apapun sungguh agar aku tidak meninggal sekarang.

Gadis itu menoleh dari balik bahunya, “Tunggu apa lagi?! Ayo ikut aku! Jangan sampai atasanku lho ya yang menjemputmu. Bisa-bisa kau diambil dengan cara paksa lagi.” Kemudian berjalan lagi meninggalkan RinAh yang masih berdiri mematung di tempatnya.

RinAh masih memandangi punggung gadis itu sambil bergumam pelan, memohon agar dia kembali lagi dan mengatakan bahwa Ia tidak jadi mencabut nyawanya, dan membiarkannya pergi bahwa RinAh boleh hidup lagi dan bertemu dengan keluarga, teman dan semuanya. Tapi sedetik kemudian ia terkesiap. Ingat bahwa gadis itu bisa membaca pikirannya kalau-kalau ia mau. Dan.. gotcha! Gadis itu berbalik. Entah, apakah ia mendengar semua isi kepalanya atau ia benar-benar akan mengabulkan permintaannya.
*
Kyuhyun dan Seohyun berada di dalam mobil milik Kyuhyun. Suasananya terlihat canggung. Kyuhyun masih sibuk dengan berbagai pertanyaan yang berkelebat di dalam benaknya. Mengenai apa yang dilihatnya tadi sore di kawasan N’Seoul Tower.

“Seohyun-ah..”

“Em?”

“Tadi sore aku makan ramyun di tempat Hankyung ahjussi. Dan mm.. sepertinya aku melihatmu. Di kawasan N’ Seoul Tower. Bersama Yonghwa?”

Seohyun terdiam kemudian tersenyum kecil, “Ah.. itu benar oppa hehe. Wae?”

“Apakah kau bersama Yonghwa sekarang?”

“Bagaimana ya. Mm.. bisa dibilang begitu oppa. Sejak 2 minggu yang lalu hehe. Tapi, oppa! Jangan beritahukan siapa-siapa dulu. Hanya kau yang tahu. Semua orang menganggap kami hanya pasangan dalam We Got Married saja.”

Krak.

“Oh, begitu. Sudah kuduga. Chukhahae (selamat) Seohyun-ah.”

“Eo.. gomawoo Oppa (ya, terimakasih oppa)”

Krak.

Kyuhyun menghela napasnya sesak. Menatap lurus ke depan dan melajukan mobilnya cepat. Dasar bodoh! Umpatnya.
*
“Aku lupa.” Ucap gadis itu begitu sampai kembali di depan RinAh.

“Lupa? Kenapa?”

“Aku lupa bahwa setiap manusia mempunyai 2 takdir. Yang satu adalah takdirmu yang sekarang, dan satu lagi bisa dibilang cadangan. Dan.. kau beruntung, kau mendapatkan kesempatan untuk takdirmu yang lain.”

“Maksudmu?”

“Huh. Kau ini, tidak bisa pintar sedikit apa. Gini deh, baru saja atasanku memberitahukan padaku bahwa doamu dikabulkan oleh Tuhan.” Ucap gadis itu membuat RinAh semakin tidak mengerti. Tapi sedetik kemudian ia kembali menjawab, “Iya. Barusan kau berdoa kan? Dan doamu dikabulkan. Kau boleh kembali hidup. Eotteokhae?”

“Woaaah. Jinjja eonni? Aaaah, gomawoo”

“Jangan senang dahulu. Kau punya beberapa syarat yang harus dipenuhi.”

“Apa?”

“Kau harus mendapatkan seseorang yang ikhlas dan jujur ingin membantumu mencari tubuhmu. Ini serius. Aku tidak bercanda. Kau harus kembali ke tubuhmu dalam waktu 30 hari. Lewat dari 30 hari, kau gagal dan mau tidak mau, kau harus ikut pulang bersamaku. Arasseo?”

“Hanya itu? Baiklah. Itu sangat mudah!”

“Ck.. terserah. Yang jelas aku tidak akan mau tahu apapun alasannya.”
Hahaha, aku kan sudah punya Kyuhyun yang mau tidak mau harus membantuku. Baiklah, aku ahrus menemuinya sekarang!

“ Jadi, aku boleh pergi sekarang?”
***
tobe.continued.

Senin, Juli 23, 2012

She is My Girlfriend (Chapter 2)

woa!! Im back ^^ Maaf banget karena baru hari ini, detik ini aku baru bisa post chapter 2 ini. Hahaha (emang baru jadinya hari ini), still.. this fanfic is created for my friend.. Ian :))) thanks for helping me writing :DDD and also amaruu >.< Hopefully you can enjoyed this fanfic.. please, dont be a silent reader.. kamsaa ^^ *bow*



Shin RinAh mencoba mencari tahu apa yang membuat Kyuhyun mendadak berubah raut wajahnya menjadi seperti ini. Tak suka. Bersalah. Takut. Itulah yang sangat jelas tergambar di wajah bulat putih Kyuhyun yang mulus. Kalau saja dirinya adalah hantu yang benar-benar hantu. Yang bisa melihat isi hati manusia hanya dengan melihatnya, mungkin RinAh akan segera mengetahui bahwa memang ada sesuatu yang tidak beres dengan Kyuhyun. Sedetik kemudian, RinAh berpikir. Sebuah ide melintas di benaknya. Aku akan mencari tahu apa penyebabnya dan akan kujahili dia. Haha. Lihat saja.

RinAh tertawa cekikikan. Membayangkan dirinya bisa menjahili Kyuhyun sepertinya merupakan sesuatu yang sangat mengasyikan. Jarang-jarang ia bisa menjahili seorang selebritis seperti Kyuhyun. Namun tawa itu segera terhapuskan dari wajah mungil RinAh ketika Kyuhyun langsung menatapnya tajam, sinis dan sangat menyebalkan.

“Yaa! Apa yang lucu?” tanya Kyuhyun dingin dan datar.

“Engga. Gak papa. Hanya saja, tadi untuk sesaat ekspresimu begitu menggelikan. Sungguh. Coba kalau ada paparazzi di sini. Mungkin fotomu akan menarik perhatian banyak orang.”

“Cih. Heran deh ya, ada juga hantu yang jahil sepertimu.” Kyuhyun beranjak dari tempat tidurnya, bermaksud untuk mengambil segelas air mineral dari lemari esnya.

“Dipikiranmu itu hantu terus ya? Aku bukan hantu. Aku ini cuma arwah. Kau tidak mengerti ya perbedaan antara hantu dengan arwah?” Tapi tidak dihiraukan oleh Kyuhyun. Membuat RinAh dongkol atas sikap Kyuhyun.

Mau tak mau RinAh harus mengakui bahwa benar sekali ucapan banyak orang (ralat : fansnya Kyuhyun) tentang Kyuhyun. Kalau yah Kyuhyun itu tampan, tinggi, multi talent, jahil, sangat cuek dan dingin yang membuat banyak perempuan menyukainya. Tapi tidak untuk RinAh. Sungguh, RinAh mengakui bahwa Kyuhyun itu memang tinggi, cukup tampan dan multi talent tapi tidak dengan yang terakhir. Menurutnya, sikap itu adalah sikap yang sangat menyebalkan. Buktinya saja yang barusan.

RinAh berpikir sejenak. Daripada harus meladeni Kyuhyun yang menyebalkan, lebih baik ia pergi menjelajah Kota Seoul. Mengunjungi tempat-tempat yang bahkan belum ia kunjungi selama hidupnya. Menguping setiap 
pembicaraan orang-orang, menjahilinya dan kalau beruntung ia bisa menemukan selebritis (lagi) serta mendengar secara langsung keseharian tentang mereka.

“Eh, RinAh-ssi!” panggil Kyuhyun

“Apa?”

“Ngomong-ngomong.. Bagaimana kau bisa menjadi seperti ini? Maksudku, barangkali kau kecelakaan terus koma atau yah kau sakit parah hingga mau meninggal tapi orangtuamu masih belum merelakanmu. Jadi arwahmu tertinggal di dunia ini, seperti yang di dalam drama-drama yang selama ini tayang mungkin?”

RinAh tersentak. Terkejut mendengar pertanyaan konyol Kyuhyun yang sangat tiba-tiba. Permasalahannya adalah RinAh tidak tahu bagaimana menjawabnya. Tidak tahu juga bagaimana menjelaskannya pada Kyuhyun meskipun ia sangat ingin. Jujur saja, Kyuhyun memang menyebalkan. Tapi Kyuhyun juga orang pertama yang.. peduli terhadapnya. Meski kadarnya sedikit. Dan bisa dibilang Kyuhyun juga teman pertamanya sejak ia menjadi seorang arwah yang luntang-lantung tidak jelas.

“Aku.. tidak tahu. Aku tidak ingat kenapa aku seperti ini. Kalaupun aku ingat, aku tentunya bisa dengan mudah menemukan tubuhku bukan?” RinAh mencoba tersenyum padahal ia tau ia tidak bisa tersenyum. Hatinya terasa sangat sakit kalau ingat hal ini. 6 bulan. 6 bulan ia mencari-cari tubuhnya tapi tidak pernah sekalipun ia menemukannya. Bahkan di sudut terkecil Kota Seoul. RinAh kemudian melanjutkan, “mm, aku mau pergi dulu. Lama-lama bosan juga di sini. Apalagi bersama kau. Hahaha”

RinAh menghilang di balik pintu apartemen Kyuhyun. Membuat Kyuhyun seklai lagi percaya, bahwa RinAh memanglah seorang arwah.
*
Kyuhyun bersiap-siap untuk memasuki ke kantor SM Entertainment. Agensi hiburan yang selama kurang lebih 6 tahun menaunginya. Pada mulanya Kyuhyun sangat tidak tertarik untuk meenjadi seorang penyanyi, apalagi bergabung bersama Super Junior yang selama setahun setelah debutnya telah menorehkan banyak prestasi. Yang ia tahu, dulu ia sangat ingin menjadi dosen matematika. Namun begitu seseorang –salah satu dari pegawai SM Ent- menawarinya untuk menjadi salah satu trainee dari SM Entertainment, dan begitu ia bertanya pada orang tuanya mengenai tawaran ini. Kyuhyun langsung menyetujuinya. Langsung bersedia untuk menjadi traineenya dan yang paling mengejutkan adalah ia akan menjadi salah satu member Super Junior. Member ke 13. Benar-benar hal yang tidak pernah dipikirkannya selama hidupnya. Hal yang membuat semuanya berubah sekarang. Merubah impiannya dari dosen matematika menjadi seorang penyanyi terkenal.

Jadi disinilah Kyuhyun. Berada tepat di depan gedung SM Entertainmet. Meskipun SMEnt adalah salah satu dari 3 besar agensi hiburan terbesar di Korea Selatan, dan namanya sudah membumbung tinggi karena telah berhasil memunculkan artis-artis papan nama, tapi sangat berbeda dengan keadaan gedungnya. Kalau kau pikir gedung SMEnt adalah gedung pencakar langit, mempunyai beberapa lantai dan luas wilayah yang besar, kenyataannya adalah gedung SMEnt hanya berukuran kecil, terdiri atas 2 lantai di atas permukaan tanah dan satu lantai di bawah permukaan tanah. Dan, bisa dibilang setiap grup penyanyi hanya mempunyai sebuah ruangan latihan yang tidak besar. Hanya cukup untuk latihan saja. Tapi harus diakui bahwa setiap grup mempunyai dorm yang sangat nyaman. Ruang kumpul untuk semua member. Dan karena Super Junior memiliki anggota yang paling banyak; yaitu 13 orang, jadilah Super Junior mempunyai dorm yang paling besar.

Kyuhyun memasuki kantor SMEnt, kemudian bertemu dengan salah satu anggota Girls’ Generation; Seohyun. Kyuhyun melambai pada teman baiknya itu. Berbincang sebentar mengenai album terbaru Girls’Generation yang setelah 9 minggu keluar, masih menjadi urutan pertama Music Bank. Banyak yang bilang bahwa Kyuhyun dan Seohyun adalah sepasang kekasih, namun kenyataannya adalah tidak. Meskpiun Kyuhyun sangat berharap bisa benar-benar menjadi kekasih Seohyun. Tapi harapan selalu jauh dari kenyataan, seohyun sudah menaksir orang lain. Dari agensi lain juga.

Mereka berdua menaiki tangga, berjalan ke arah yang sama hingga akhirnya Kyuhyun harus berbelok ke kanan sedangkan seohyun berbelok ke kiri, ke dorm masing-masing.

“Annyeong Seohyun-ah.” Kyuhyun membungkuk sedikit kemudian melambai pada Seohyun.”

“Ah, annyeong Kyuhyun-oppa. Eh, Oppa! Tadi Sungmin-oppa menanyakanmu. Oppa disuruh telpon balik katanya.”

“Oh, oke. Gomawoo. (terima kasih; informal)” Seohyun hanya tersenyum kecil.
*
RinAh duduk di sebelah Eunhyuk. Memperhatikan perbincangan diantara anggota-anggota Super Junior yang sungguh mengocok perut. Pantas saja, ada Eunhyuk, Leeteuk dan juga Shindong di sana. Trio Super Junior yang merupakan Teukigayo ini acap kali membuat lelucon-lelucon yang sungguh lucu. Bahkan untuk arwah seperti RinAh juga.

RinAh masih tertawa ketika sebuah suara memecah tawa semua member Super Junior di dorm. Pintu terbuka dan terlihat.. Kyuhyun memasuki ruangan. Membuat RinAh dan Kyuhyun sama-sama terkejut.  Membuat semua member Super Junior yang ada di sana heran melihat ekspresi Kyuhyun yang seperti itu.

“Kau!! Ngapain kau di sini?” teriak Kyuhyun pada RinAh yang segera disalah artikan oleh eunhyuk yang duduk di sebelah RinAh.

“Kyuhyun-ah. Apa maksudmu? Jelas saja aku di sini. Aku juga salah satu anggota Super Junior dan aku berhak untuk ada di sini. Ck.” Tukas Eunhyuk sedikit sewot. RinAh segera saja tertawa puas mendengar hal itu, apalagi melihat raut wajah Kyuhyun yang terlihat merasa bersalah kepada Eunhyuk.

“Ah.. maksudku bukan kau hyeong, tapi yang di sebelahmu itu. Ta.. tapi. Sepertinya tadi aku hanya halusinasi saja. Dwaesseo, lupakan saja Hyeong. Mianhae.” Kyuhyun berkata cuek, kemudian berjalan ke arah Eunhyuk dan semua member Suju menatapnya tidak percaya. Seolah berkata Apa yang salah dengan anak ini.

Kyuhyun menatap tajam RinAh ketika semua member Suju menertawakan Kyuhyun. Kalau saja tatapan Kyuhyun bisa diartikan, mungkin akan dijelaskan seperti ini : Puas sudah membuatku menjadi bahan tertawaan? Membuatku seolah menjadi orang gila? Membuatku terlihat aneh dan compong sekali tadi? Awas saja kau. Akan ku balas!

RinAh balik menatap Kyuhyun, tidak takut dengan ancaman tatapannya itu ketika Kyuhyun benar-benar melaju ke arahnya dan ya ampun! Mendudukinya. Menduduki RinAh.

“Hai Hyeong!”sapa Kyuhyun dengan cengiran lebarnya kepada Eunhyuk yang hanya menatap balik Kyuhyun heran.

“Kyuhyun-ah. Terus terang saja.. aku merasa ada yang aneh dengan dirimu. Tumben banget kamu bersikap aneh juga senyum-senyum  kayak gitu. Bukan kyuhyun yang kukenal.”

“Yaa! Sudahlah, aku juga gak tau kenapa hari ini aku merasa aneh. Lupakan sajalah hyeong dan mari kita latihan. Sudah lama aku tidak latihan bersama kalian!”

Akhirnya mereka pun berlatih koreo untuk album repackage mereka yang rencananya akan keluar bulan depan. Sambil sesekali melihat ke seluruh ruangan, Kyuhyun mencari RinAh. Yang ternyata sudah menghilang. Baguslah!
*
Kyuhyun terus melajukan mobilnya menuju sebuah rumah makan kecil yang terletak di dekat N Seoul Tower. Sebuah menara di kawasan Yongsan yang dimiliki oleh CJ Corporation dan telah banyak sekali menarik perhatian para turis mancanegara. Restoran itu kecil jika dibandingkan N Seoul Tower yang bisa dibilang wow, tapi makanan di restoran itu tak kalah enak dengan yang berada di restoran-restoran mewah di kawasan N Seoul Tower. Terutama Ramyun-nya! Makanan yang selama ini menjadi makanan favorit Kyuhyun jika sedang tidak ada makanan di rumahnya. Membayangkan bau semerbak mie Ramyun milik Hankyung ahjussi itu membuat perut Kyuhyun semakin berbunyi, meronta-ronta ingin segera diisi makanan.
Kyuhyun akhirnya tiba di depan restoran itu. Memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dan masuk. Dilihatnya Hankyung ahjussi yang selama ini telah dikenalnya baik. Kyuhyun menuju ke sebuah bangku di sudut utara Restoran itu, berharap orang-orang tidak menyadari kehadirannya karena ia pasti yakin kalau-kalau ada saja seorang gadis atau siapapun mengetahui keberadaannya, akan langsung heboh. Seperti kejadian bulan lalu yang memaksanya untuk kabur secepat mungkin padahal perutnya sedang sangat lapar. Jadi ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi kali ini.

“ah, ahjussi.” Sapa Kyuhyun ramah begitu Hankyung tiba di mejanya dan duduk di depannya.

“Pesan apa kali ini? Ramyun lagi?”

“Ne ahjussi. Porsi jumbo dan pedas! Haha, aku sangat lapar sekarang.”

“Wooaa. Seperti habis mendaki gunung saja kau, nak! Aku heran padamu. Kau ini seorang selebriti terkenal tapi tidak menjaga makananmu. Tapi.. sebanyak apapun kau makan juga tetap saja tidak akan gemuk sepertiku.” Sontak, tawa kecil pun meledak diantara keduanya.

 “Baiklah. Ramyunmu akan jadi dalam waktu 10 menit! Kau tunggu saja ya!”

“Ne ahjussi! (Oke paman!)”

Kyuhyun mengacngkan jempolnya pada Hankyung kemudian melihat keluar jendela restoran yang terbuat dari kaca.  Langit sore musim panas membuatnya bisa melihat jelas keadaan dan pemandangan di luar. Begitu juga dengan N seoul Tower yang tinggi terpampang jelas di seberang jalan. Terlihat juga banyak pasangan kekasih yang berada di bawah N seoul Tower. Mungkin sedang menaruh gembok cinta mereka yang katanya sangat mujarab lantaran banyak yang menulis di gembok cinta itu berbagai macam harapan mereka dan terbukti. Tapi itu tidak lantas membuat Kyuhyun percaya begitu saja. Dan mata Kyuhyun menangkap sesuatu. Suatu pandangan yang sangat tidak biasa. Yang membuatnya sampai memicingkan matanya untuk memastikan apakah yang dilihat matanya itu memang benar atau hanya halusinasi saja. Dan ia menangkapnya. Kyuhyun memastikan bahwa pemandangan itu benar. Sangat benar. Sedetik kemudian, raut wajah Kyuhyun berubah, menjadi sangat dingin.
*
Kyuhyun melajukan mobilnya kencang menuju apartemen barunya. Pemandangan tadi.. benar-benar masih berbekas di benaknya dan membuat moodnya seketika itu juga rusak. Kyuhyun malah tidak sempat menghabiskan Ramyun nya dan memilih untuk pulang. Kemudian tidur. Menghilangkan semua penatnya hari ini. Kenapa harus dia? Kenapa harus dia diantara sekian banyak orang? Pikir Kyuhyun sejak melihatnya. Pikirannya masih tidak bisa melepasnya.

Kyuhyun memasuki gedung apartemennya, berjalan cepat ke arah lift dan masuk. Menghindari orang-orang yang mungkin saja melihatnya dan melihat raut wajah Kyuhyun yang sedang tidak bagus. Bisa-bisa kalau sampai ada paparazzi di apartemennya akan ada berita heboh. Maklum saja, infotainment memang suka sekali mencari ini itu tentang selebriti. Beruntung juga karena selama perjalanan menuju kamar apartemennya ia tidak bertemu dengan siapapun.

Kyuhyun mengacak rambutnya. Ia sangat ingin tidur saat ini. Melupakan semuanya. Menghapus kejadian tadi dari memorinya dan memperbaiki moodnya. Semoga tidak ada RinAh di sana. Baru saja ia berpikir seperti itu ketika ia masuk ke kamarnya dan melihat RinAh sedang .... menari? Bukan, bukan ralat. Dia tidak menari. Terlalu abstrak untuk disebut menari. Hanya saja, itu sangat lucu. Kalau saja Kyuhyun tidak sedang badmood, mungkin ia akan tertawa terbahak-bahak. Tapi tidak. Kyuhyun sama seali tidak tertawa. Tersenyum sedikit pun tidak. Sama sekali. Kyuhyun hanya berjalan masuk, melewati RinAh begitu saja, melepas sepatu dan jaketnya dan berbaring di atas ranjangnya. Membuat RinAh sontak terheran-heran akan sikap Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi?” panggil RinAh, tapi tidak ada respon dari Kyuhyun.

“KYUHYUN-SSI!!” ucap RinAh setengah teriak dan berhasil membuat Kyuhyun menengok ke balik bahunya dan merespon RinAh.

“Ck. Mwoya? (Apa sih?)” jawab Kyuhyun malas sambil memalingkan wajahnya ke samping. RinAh melongo. Baru kali ini Kyuhyun bersikap benar-benar menyebalkan.

“Mau tidur? Ikutan ah~” balas RinAh cuek dan mengambil posisi tidur ersis di sebelah Kyuhyun.

“Apa-apaan nih? Kau! Menyingkir dari ranjangku. Enak saja!” Kyuhyun mendorong tubuh RinAh. Tahu bahwa ia tidak mungkin bisa mendorong tubuh RinAh lantaran RinAh yang tembus pandang.

Namun sedetik kemudian Kyuhyun terpana. Melihat apa yang baru saja ia lakukan. Kyuhyun berhasil membuat Rinah terjatuh? Ia bisa menyentuh RinAh? Ya Tuhan, ini membuat Kyuhyun semakin gila saja. Sudah cukup ia melihat hal-hal menyebalkan hari ini. Dan sekarang? Bertambah satu lagi.

“Yaa! Kyuhyun-ssi. Kau? Bisa menyentuhku? Serius!! kau bahkan bisa melempar aku dari ranjangmu. Wah ini bagus sekali!”

“Haha. Bagus ya? Menurutku ini petaka. Lagian kau bisa tidak sih jangan ganggu aku? Pergi sana. Ini apartemenku. Bukan apartemenmu lagi!”

“Ish. Galak banget. Ada apa sih emang? Patah hati ya?”

“Engga tuh. Kata siapa? Sok tau banget deh!”

“Keliatan tuh dari wajahmu.”

“Huh. Dengar ya! Kau ini bukan peramal dan bukan siapa-siapa. Jadi jangan sok tahu deh. Aku lelah. Ingin tidur. Dan kalau kau haya ingin menggangguku. Lebih baik kau pergi jauh-jauh dari sini. Karena aku sedang tidak berminat meladenimu. Lagian kamu siapa sih? Gak lebih dari seorang asing, ralat: arwah lebih tepatnya yang suka ikut campur urusan orang lain. Gak guna!”

RinAh hanya terdiam. Menatap sebal ke arah Kyuhyun. “kau tahu? Hari ini kau sukses menghancurkan moodku. Dari tadi pagi, sampai ke tempat SMEnt pula. Udah puas kan bikin aku seperti orang aneh tadi pagi di depan hyeong-hyeong ku??!!” ucapan Kyuhyun membuat RinAh semakin terdiam. Tidak bisa berkata apa-apa. Tidak bisa membalas ucapan Kyuhyun yang begitu benar. Ia memang jahil dan sekarang RinAh merasa bersalah kepada Kyuhyun. Tapi, apakah ia sebegitu menyebalkannya hingga membuat seorang Kyuhyun seperti ini? Sayangnya tidak ada yang tahu.

“Begitukah? Geurasseo (baiklah), aku akan pergi. Semoga moodmu cepat kembali seperti semula deh. Annyeong.” Kemudian RinAh keluar menembus pintu apartemen Kyuhyun.

Menyebalkan! Umpat Kyuhyun.
*
RinAh menyusuri jalan setapak. Berpikir andai saja ia bisa terbang kemana pun ia mau. Sayangnya ia tidak bisa. Ia hanya bisa berjalan, menembus apapun yang ia mau tapi tidak bisa terbang. Aneh memang. Padahal RinAh sudah berkali-kali mencoba untuk terbang. Mulai dari gaya yang paling umum yang sering ia lihat di TV sebelum-sebelumnya hingga gaya yang paling aneh yang benar-benar memalukan untuk dilihat. Hasilnya tetap sama. Ia tidak kunjung bisa terbang.

Setidaknya RinAh ingin sekali terbang saat ini, meluapkan rasa bosannya menjadi arwah yang tidak kunjung menemukan tubuhnya, ditambah lagi dengan perlakuan Kyuhyun terhadap dirinya yang sangat menyebalkan. Oke ralat, RinAh memang menyebalkan. Ia sendiri yang mengakuinya.

Tapi, apakah sebegitu menyebalkannya kah dia sampai Kyuhyun seperti itu? Masalahnya adalah, kalau Kyuhyun sampai marah padanya kayak tadi, itu berarti ada kemungkinan Kyuhyun tidak mau lagi mengenalnya. Dan itu artinya ia tidak bisa lagi mendapatkan satu-satunya bantuan dari seorang manusia (sungguhan) bukan? Hilang juga kesempatan dirinya untuk menemukan tubuhnya. Atau jangan-jangan tubuhnya malah sudah menjadi bangkai? Ah, sialan. Pikiran itu masih saja berkecamuk di dalam benak RinAh.

Enggak. Gak mungkin. Kalau benar aku sudah meninggal, aku tidak mungkin ada di sini bukan? Jadi tidak mungkin tubuhku sudah menjadi bangkai. Ya ampun! Kenapa juga aku harus berpikiran seperti ini?

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam tapi langit belum menunjukkan tanda-tanda kegelapan. Efek dari musim panas. Biasanya jam segini RinAh akan bersantai di apartemennya –yang sekarang menjadi apartemen Kyuhyun- tapi tidak lagi. Jadi sekarang ia hanya mengikuti ke mana kakinya melangkah tanpa pernah merasa lelah. RinAh mendengus pelan. Berpikir kenapa hari ini begitu membosankan? Tidak ada hal yag bisa membuatnya benar-benar senang. Dan semua ini gara-gara Kyuhyun! Kenapa Kyuhyun harus berkata seperti itu tadi? Membuat RinAh merasa sangat bersalah. Terutama dalam hal yang menguping kegiatan orang lain. Tapi sungguh, itu sangat mengasyikan meskipun RinAh sadar itu tidak baik.

RinAh mendengus pelan. Sebaiknya ia memang harus meminta maaf pada Kyuhyun. RinAh mendongak, menatap kembali keadaan sekitar. Menyadari bahwa sekarang ia berada di kawasan Seoul University. Jauh sekali dari kawasan apartemen Kyuhyun. Bagaimana ia kembali nantinya? Berjalan lagi? Sungguh membuat malas. Bukannya ia lelah atau apa (serius, mana ada arwah lelah bukan?) tapi, membayangkan ia akan berjalan luntang-lantung lagi itu sangat menyebalkan.

RinAh berbalik. Menjauhi gedung sekolah Universitas Seoul dan mendengus pelan. RinAh terus berjalan, melewati beberapa orang yang berjalan berlawanan dengannya sambil menunduk lesu sebelum akhirnya menyadari sebuah suara yang mengganggunya. Seolah suara itu memang ditujukan kepadanya. Saat itu juga ia menoleh.

RinAh mendapati seorang gadis yang sangat cantik, bersandar pada bangunan kecil bertuliskan SEOUL UNIVERSITY sedang menatap ke arahnya. Dan tersenyum! Ya ampun, kalau saja RinAh seorang pria, mungkin ia akan langsung jatuh hati pada gadis itu. Tapi, tunggu! Ada sesuatu yang mengganjal pikirannya. Bagaimana mungkin gadis itu bisa melihat RinAh, dirinya? Apakah ia seperti Kyuhyun yang bisa melihat? Atau jangan-jangan ia juga seorang arwah? Pikiran-pikiran itu segera saja sirna dari benak RinAh begitu gadis itu mengucapkan sesuatu,

“Halo.” Sapa gadis itu begitu ia mendekati RinAh. RinAh hanya terdiam. Menelengkan kepalanya ke samping dan berusaha mengenali gadis itu. Tapi hasilnya nihil. Tidak ada yang bisa ia ingat tentang gadis itu. Gadis itu kemudian tertawa sedikit dan tersenyum sambil melanjutkan, “Tentu saja kau tidak ingat aku. Kita belum pernah bertemu dan berkenalan sebelumnya.” Membuat RinAh seketika itu juga melongo.

Bagaimana gadis ini bisa membaca pikiranku?

“Apa yang kau lakukan di sini RinAh-ssi?” gadis itu berkata lagi.

Apa? Dia juga tahu namaku? Ah,  jangan-jangan dia seorang hantu!

“Jangan membuatku tertawa! Aku ini bukan hantu, enak saja. Serendah itu apa levelku!” dengus gadis cantik itu semakin membuat RinAh heran dengannya. RinAh memandangi gadis itu seksama.

Gadis itu terlihat sangat normal, sangat cantik, tidak menunjukkan keganjilan apapun dalam dirinya. Dengan tinggi sekitar 160cm dan rambut panjang diikat satu di belakang dengan sepatu boot bermerek yang dikenakannya dan rok mini sedikit diatas lutut serta blazer yang dipakainya. Ia terlihat sangat normal bukan? Bahkan nyaris seperti anak sekolah kalau saja ia melihat logo sekolah di blazernya dan gaya bicaranya tidak se-elegan itu.

“Jwesong habnida (maaf; formal), bagaimana kau mengetahui namaku?”

“Ah, iya! Aku lupa. Namaku..”ucap gadis itu bermaksud untuk memperkenalkan diri, “Sudahlah lupakan saja. Yang penting, sekarang kau ikut denganku! Ayo!” ucap gadis cantik itu mengajak RinAh untuk ikut dengannya.

“Sebentar, aku ikut denganmu? Untuk apa?” tanya RinAh heran. Gadis ini cantik, tapi kalau sok kenal seperti sekarang juga kan membuat dirinya merasa tidak enak dan yah, bisa dibilang sedikit merasa kesal.

“Tentu saja kau harus pulang! Kau tidak lelah apa luntang-lantung terus-terusan di sini? Di dunia ini” gadis itu berbalik dan tersenyum hangat kepada RinAh, menghilangkan semua pemikiran buruk tentangnya yang baru saja RinAh lakukan.

Sebuah senyum merekah di wajah RinAh.

“Pulang? Itu artinya aku bisa menemukan tubuhku? Dan kembali hidup?!” RinAh kembali berantusias mendengar ucapan dari gadis itu. Tidak sabar untuk kembali ke tubuhnya dan melupakan segalanya Ia juga jadinya tidak perlu repot-repot meminta bantuan Kyuhyun bukan? Alih-alih RinAh harus merasa senang mendengar berita itu, sedetik kemudian ia terdiam, mendengar jawaban atas pertanyaannya barusan.

“Tidak. Kau akan pulang ke akhirat. Meninggalkan semua yang ada di sini.”

“Hah?”
***
tobe continued