Jumat, Oktober 14, 2011

OneLove. Chapter 1 ( by : 신 리 현)

annyeong haseyo ^^ Ini fanfic pertamaku :))) Aku harap kalian senang membacanya :)) Langsung aja !!

Namja itu masih terlihat tertawa bahagia bersama teman-temannya.  Entah kenapa Shin Ri Hyun begitu senang tiap kali melihatnya tertawa seperti itu. Menurutnya, itu adalah tawa termanis yang pernah ia temui. Terang saja, hal itu dikarenakan memang dia sedang menyukai namja tersebut. Ia tak pernah tau apa yang membuatnya menyukai namja itu, tapi yang jelas sampai saat ini ia masih belum bisa menyatakan perasaan sukanya terhadap namja itu. Terlebih lagi, namja itu memang sedang dekat dengan teman satu kerjanya.  

Untuk beberapa saat Shin Ri Hyun diam terpaku menatapnya. Ingin sekali RiHyun melepas pandangan itu namun ternyata ia tidak bisa. Penampilannya tadi begitu bagus sampai sampai membuat penonton terpesona olehnya, termasuk juga dirinya sendiri.

"hei! Melamun aja. Melamuni siapa sih? Eunhyuk yaa ?" tanya DongHae kepada Shin Ri Hyun.
 Sontak, Ri hyun pun terkejut sekali karena tertangkap basah oleh sahabatnya itu sedang menatap hyukjae.

"eh? Aniyo. Tadi aku melamun karena penampilan kalian bagus." jawab RiHyun asal. Ia pun seketika menjadi gugup karena bingung mau mencari alasan apalagi agar tidak ketahuan oleh sahabatnya itu, Lee DongHae meskipun ia tahu kalau itu percuma. DongHae selalu saja tahu akan isi hatinya.

"Hyun-ah, kau tahu ? Kau ini tidak bisa bohong padaku."

"aigoo, siapa juga yang bohong. Sudah deh Donghae, gak usah ngeledek. Jadi mau pergi wawancara gak nih?" jawab  RiHyun mengalihkan pembicaraan.

Yap! RiHyun memang berencana pergi  bersama DongHae menemui dosen mereka untuk wawancara seputar kesehatan untuk skripsi yang akan dijalani oleh RiHyun.

"Tentu saja jadi. Aku akan mengantar sahabatku pergi kemana saja yang ia mau. Sebentar aku pamit dulu kepada Eeteuk-hyung ya."

DongHae, Eunhyuk, Eeteuk dan beberapa orang yang sedang mengobrol bersama mereka memang tergabung dalam grup boyband yg bernama SuperJunior.

"Hyuuuuung !! Aku pamit dulu ya. Ada janji sama RiHyun-ssi untuk wawancara."

"Ok, jangan lupa nanti malam! Hey, Hyun. Jaga dia baik-baik ya. Terkadang dia memang suka linglung kemana ia berjalan." balas Eeteuk

“Hei! Aku tidak separah itu Eeteuk-hyung. Kau ini berlebihan sekali.” Jawab DongHae datar

“Itu sudah pasti Eeteuk-oppa. Percayakan saja padaku.” Jawab Rihyun dengan nada meledek.

Oke, itu membuat wajah Donghae semakin datar. Tapi tidak RiHyun atau Eeteuk perdulikan. Itu adalah salah satu alasan kenapa mereka selalu meledek DongHae. Dia tidak pernah marah ataupun ngambek atas semua ledekan yang ia terima, DongHae tahu kapan saat dia bercanda dan kapan saat dia serius. Sama halnya dengan Eunhyuk, hanya saja Eunhyuk lebih pendiam dan cuek dibandingkan DongHae yang perhatian kepada semua temannya. Eunhyuk lebih suka surfing internet dan menceritakan semua yang dia alami di mini-homepage miliknya. Hal itulah yang membuat RiHyun susah sekali menebak-nebak apa isi hati Eunhyuk dan bagaimana perasaannya.

"Hati-hati donghae. Jaga Rihyun ya!" Eunhyuk berbicara kepada donghae, tapi semua orang pun tahu kalau matanya tertuju pada RiHyun. RiHyun pun melempar senyumnya kepada Eunhyuk namun tidak ada balasan darinya.

Haaah,- seketika senyumnya pun pudar. Mengapa Eunhyuk malah membuang muka dan malah memanggil Ryeo-wook ? Mengapa orang itu susah sekali untuk ditebak ? pikiran RiHyun pun mulai kacau.

DongHae yang sedang memperhatikan mereka berdua pun mengetahui apa yang baru saja terjadi. Sepertinya ini salah paham. Aku harus menanyakan hal ini kepada Eunhyuk, pikir DongHae.

“Hyun-ah, mari kita pergi. Annyong gessyeo.”

“Annyeonghigaseyo.” Eeteuk, EUnhyuk dan Heechul membalasnya.


Eunhyuk sedang bersama anggota superjunior lainnya saat ia tahu bahwa Rihyun sedang memperhatikan mereka. Untuk sesaat Eunhyuk merasa senang karena ia berfikir bahwa RiHyun sedang memperhatikannya. 

Entah kenapa, ia menjadi salah tingkah. Ia bersih keras untuk tidak salah tingkah karena sudah pasti RiHyun itu sedang memperhatikan DongHae, bukan dirinya. Tetapi di satu sisi ia yakin kalau RiHyun memang sedang menatapnya. Ia pun mencoba untuk tersenyum padanya namun tidak jadi karena ia melihat DongHae sedang menghampirinya.

Ya, Eunhyuk memang menyukai RiHyun sejak dia pertama kali mengenalnya. Namun, ia tidak pernah berani mendekatinya karena pasti, RiHyun lebih menyukai donghae dibandingkannya. Donghae lebih memiliki semuanya daripada dirinya. Memiliki banyak teman, supel dan yang paling penting, ia lebih mengenal RiHyun dibandingkannya. Pernah ia berfikir, kenapa tidak ia saja yang mengenal Ri Hyun, kenapa harus DongHae.

Aah,- kenapa aku jadi kayak gini sih ? Aku gak boleh negatif thinking terhadap sahabatku sendiri, toh aku tahu kalau DongHae memang menyukai sepupu Ri-Hyun, Hwang Min Young. Jadi, aku gak boleh seperti ini. Eunhyuk berkata dalam hati. Setelah beberapa saat, Donghae dan Rihyun pun menghampirinya dan anggota SuperJunior lainnya.

" Hyuuuuung !!  Aku pamit dulu ya. Ada janji sama RiHyun untuk wawancara."

"Ok, jangan lupa nanti malam! Hey,Hyun. Jaga dia baik-baik ya. Terkadang dia memang suka linglung kemana ia berjalan." balas Eeteuk

“Hei! Aku tidak separah itu Eeteuk-hyung. Kau ini berlebihan sekali.”  DongHae hanya menjawab datar.

“Itu sudah pasti Eeteuk-oppa. Percayakan saja padaku.” Jawab Rihyun dengan nada meledek.
Ingin sekali dia ikut berbincang dengan mereka bertiga, ia pun mencoba untuk bergabung. Tapi, kenapa ia tidak bicara juga ? rasanya sulit sekali untuk mengeluarkan satu kata pun. Dia hanya tertawa melihat sahabatnya, di ledek oleh Eeteuk-hyung dan yeoja-nya itu.

"hati-hati donghae. Jaga ri hyun ya!" akhirnya ia berbicara juga, namun kali ini ia berbicara kepada Donghae, tapi mengapa matanya tertuju pada RiHyun?  Omoona, ia yakin hal itu terlihat sekali bahkan semua orang pun yakin kalau memang ia menatap RiHyun, ia pun menjadi salah tingkah.

Satu kelemahan lagi yang ia miliki, ia tidak bisa sedikitpun berbohong ataupun menyembunyikan perasaannya. Sama seperti tahun lalu saat ia, Siwon, DongHae dan Heechul-hyung pergi makan siang saat break shooting video-klip album mereka dan saat itu RiHyun menghampiri mereka untuk memberikan editan Tugas DongHae. Pada saat itu juga, DongHae dan Heechul-hyung mengajak RiHyun makan bersama mereka berempat tetapi RiHyun menolak karena dia harus pergi lagi ke tempat ia bekerja. Saat itu  juga, raut wajahnya berubah jadi sedih karena RiHyun yang tidak ikut makan bersamanya. Ia pun kecewa sekali sampai-sampai Heechul-hyung merasa kasihan dan memaksa RiHyun untuk ikut makan bersama mereka. 

Tapi yang membuatnya heran adalah mengapa RiHyun tidak pernah tau akan perasannya ? Atau setidaknya dia bisa melihat raut wajahnya kalau ia memang menyukainya ?

Eunhyuk pun memutuskan untuk berpura-pura memanggil dongsaeng-nya, RyeoWook untuk mengalihkan perhatiannya terhadap RiHyun padahal ia tahu kalau tadi RiHyun sempat melempar senyum kepadanya. What the fuck ??? kenapa harus seperti ini jadinya ?

"Hyun-ah, mari kita pergi. Annyong  gesseyo.”

“Annyonghigaseyo” Eunhyuk membalas ucapan Donghae dengan ragu. Kenapa ia harus bersikap seperti tadi ? God! Bodohnya aku. Batin  Eunhyuk.

Setelah itu, Eunhyuk pun menuju teman-temannya yang kini ada di belakang panggung setelah tampil barusan. Ketika ia berjalan, tiba-tiba HP-nya bergetar menunjukkan adanya sms dari DongHae

-Kau sedang apa tadi ? kenapa kau membuang muka saat dia tersenyum padamu ?-

Ternyata DongHae melihat kejadian barusan, batin EUnhyuk. Ia pun segera membalas sms dari DongHae

-Aku terlalu salah tingkah tadi. Maaf.-

-Harusnya kau minta maaf padanya, bukan padaku. Kau tahu, kau tidak akan pernah bisa mendapatkannya kalau kau terus seperti ini.-

-aku akan minta maaf padanya nanti.-

-kau ini cuek sekali sih. Eunhyuk-ah, Aku ingin mengingatkanmu satu hal. Jangan suka salah tingkah, kau tahu ? itu membuatmu terlihat bodoh sekali.-

-eum... akan kucoba meskipun aku tahu itu percuma.-

-apa maksudmu ?-

-DongHae, semua orang juga tahu kalau RiHyun itu menyukaimu, bukan aku. -

-siapa bilang? Jangan sok tahu. Dasar monyet-

Eunhyuk tertawa sendiri, meskipun ia tahu bahwa  sebenarnya ia tak ingin tertawa. Tapi ia senang saat DongHae memanggilnya Monyet. Hal itu menunjukkan bahwa dia memang menyayanginya. Ia  akan mengingat itu selamanya. Tapi ia membenarkan perkataan DongHae yang bilang bahwa ia terlalu cuek dengan lingkungan sekitar, sepertinya ia harus merubah sifatnya itu. Dan yang paling penting. Ia harus meminta maaf dan menjelaskan yang barusan terjadi kepada -yeoja nya itu- RiHyun.



“Hari ini benar-benar melelahkan." RiHyun melempar dirinya ke sofa ruang tengah rumah Donghae. Ia merasa lelah sekali dengan wawancara hari itu. Terlebih lagi tadi ia sempat kesal setengah mati karena dosennya itu yang tiba-tiba menghilang begitu saja saat RiHyun dan DongHae berkunjung ke ruangannya.

"jangan mengeluh. Hwaiting!! Katanya mau cepat-cepat lulus?" Bujuk DongHae pada RiHyun sambil memberinya minuman dingin favoritnya.

"kalau bukan karna aku butuh dia. Tadi udah aku bunuh tuh dosen. membuat susah saja." Emosi RiHyun memuncak. Bagaimana tidak ? Ia dan DongHae sudah jauh-jauh datang ke ruangannya yang berada di lantai 3 kampus mereka, tetapi ternyata ia sudah pulang. Padahal mereka sudah membuat janji terlebih dahulu dan sudah semangat-semangatnya. Dan saat mereka mengunjungi rumahnya yang berada di bagian selatan Kota Seoul, ia sedang tertidur. Untung saja, mereka bertemu dengan istrinya yang baik hati mau membangunkannya. Dan saat ditanya oleh istrinya mengapa ia pulang dan malah tidur, ia menjawab kalau ia lupa hari ini ada janji dengan muridnya. Sungguh sangat mengesalkan bagi RiHyun dan juga DongHae.

"Harap maklum saja, Hyun-ah. Namanya juga dosen. Pasti seenaknya saja.  Tapi kita beruntung loh ada istrinya yang baik banget tadi." DongHae ikut emosi.

Padahal awalnya, DongHae mengira wawancaranya akan berjalan dengan lancar dan cepat karena pertanyaan yang sudah dibuat RiHyun terbilang sedikit dan tidak merepotkan apalagi ini wawancara terakhir RiHyun untuk melengkapi skripsinya itu. Tapi ternyata, hambatan selalu saja ada seperti yang barusan mereka alami.

Mereka pun berbincang banyak soal kejadian tadi siang, rasa-rasanya mereka ingin tertawa melihat penampilan sang dosen yang hanya memakai celana pendek dan kaos santai ditambah tampang bagun tidurnya yang memang benar-benar tidak tertahankan. Mereka pun -khususnya RiHyun- sangat senang karena akhirnya selesai juga, tinggal diedit dan menjalani sidangnya.

“Gomawoo DongHae, kau mau berbaik hati menemaniku wawancara hari ini. Aku yakin kalau tadi gak ada kamu, bisa-bisa aku sudah nangis menghadapi Mr. Park Jung San.”

“ Sip. Tahu depan giliran kau yaa yang membantuku hehe.”

“Pasti.”

Saat ini DongHae sedang cuti kuliah karena ia sedang sibuk mengurus album SuperJunior yang baru bersama teman-temannya. Apalagi, kali ini mereka akan promosi album barunya hingga ke manca negara. Di tambah lagi mereka harus mempersiapkan tour mereka Ke Eropa 6 bulan ke depan. Yang artinya, Ri Hyun mau tidak mau ditinggal oleh DongHae dan juga... namjanya itu –LeeHyukJae- untuk beberapa waktu.
Lama mereka terdiam dan saling melamun karena memang tidak ada obrolan yang mereka bicarakan lagi. Ini memang keunikan persahabatan mereka, meskipun mereka saling diam, tetapi hal ini tidak membuat mereka canggung. Lamunan mereka pun tergantikan oleh sebuah suara yang berasal dari pintu rumah DongHae

*TingTong* bel rumah DongHae pun berbunyi. Donghae bergegas menghampiri pintu dan membukanya. 

Ternyata dia adalah Eunhyuk. Tapi ada yang aneh dengan penampilannya sekarang. Dia terlihat sangat berantakan dengan beberapa luka memar yang menggangu wajah tampannya.

“hyukkie, apa yang terjadi ? Kenapa wajahmu babak belur sperti itu ?” tanya DongHae cemas. Kali ini ia benar-benar cemas kepada sahabatnya ini, Lee Hyuk Jae. Baru kali ini ia melihat Eunhyuk sangat berantakan.

“panjang ceritanya. Bolehkah aku masuk?” tanya HyukJae lemas. Ia benar-benar merasa kesakitan akibat luka-lukanya itu. Untung saja, luka itu tidak terlalu parah sehingga ia bisa ke sini –ke rumah DongHae- dan meminta pertolongannya.

“Ayo, aigoo hyukkie. Siapa yg tega melakukan hal ini padamu?” tanya DongHae sekali lagi. Ia benar-benar cemas dan marah pada siapa yang telah melakukan ini pada sahabatnya itu.

“Aku sendiri tidaktahu. Tadi ada sekelompok orang yang menghampiriku secara tiba-tiba lalu langsung memukuliku seperti ini. " Eunhyuk pun langsung duduk di sofa depan tempat Ri Hyun duduk. Awalnya ia tidak sadar kalau ada Ri Hyun di situ tapi ia lekas sadar saat Ri Hyun datang menghampirinya.

“apa yang membuat orang-orang tersebut menghajarmu seperti ini ?” tanya Ri Hyun kepada Eunhyuk. Ia memandang Eunhyuk dengan tatapan sedih, iba dan tidak percaya. Apa yang terjadi padanya ? Kenapa wajahnya babak belur seperti itu ? Ri Hyun masih memandang wajahnya sambil mengusap darah yang ada di bibirnya. Sungguh, ia sangat khawatir sampai-sampai ia terlihat mengeluarkan air mata. Untung saja 

Eunhyuk tidak melihatnya karena dia memejamkan mata saat Ri Hyun mengusap darah yang ada di bibirnya.

“Entahlah. Sepertinya ini perampokan. Ia sempat mengambil dompetku dan mengambil semua uangku.”

“Kamu harus melaporkan hal ini ke polisi.”

“tidak usah. Aku baik-baik saja kok. Dengan diobati olehmu juga pasti sudah sembuh.” Ledek Eunhyuk. RiHyun pun tersenyum mendengar perkataannya. Eunhyuk pun menyunggingkan senyum kepadanya.

“Kamu ini lagi sakit, masih sempat saja bercanda.”

“aku serius lho.”

DongHae pun menghampiri mereka berdua dan memberikan sebuah baskom berisi air dingin dan es dan sebuah handuk kecil kepada RiHyun.

“Gomawoo Donghae.” RiHyun pun segera mengompres bagian luka yang ada di wajah Eunhyuk dengan hati-hati. Entahlah, ia merasa senang karena bisa berada sedekat ini dengan Eunhyuk sekaligus sedih karena harus melihat namja-nya itu terluka.

“au! Perih sekali.” Eunhyuk mengeluh kesakitan kepada Ri Hyun dan dengan refleks memegang tangan RiHyun dengan erat. Untuk sebagian orang, mungkin hal itu terlihat biasa saja, tapi untuk RiHyun itu beda. 

Ini kedua kalinya Eunhyuk memegang tangannya dengan erat setelah kejadian setahun yang lalu, saat ia hampir mau jatuh dari tangga escalator di salah satu mall dekat kantor SM Entertaiment.

“boleh kulanjutkan ? Sebentar lagi selesai kok.” Eunhyuk melepaskan pegangan tangannya dan membiarkan RiHyun mengompresnya sekali lagi.

Setelah selesai, Ri Hyun meninggalkan Eunhyuk dan DongHae di ruang tengah untuk menaruh baskom bekas mengompres Eunhyuk di ruang belakang. Tak lama ia kembali, Eunhyuk terlihat sedang tertawa bersama DongHae. Entah apa yang sedang mereka bicarakan, tapi mengapa Eunhyuk sudah bisa tertawa seperti itu ? padahal ia baru saja di kompres. Orang yang membingungkan. Batin Ri Hyun. Ia pun segera menghampiri mereka berdua agar tidak tertinggal untuk mengobrol bersama mereka.

“Hyun-ah, lihatlah. Ia sudah bisa tertawa seperti biasa lagi. Kau hebat sekali.” Donghae menyapa RiHyun sambil menunjuk Eunhyuk.

“eh? Aku hanya mengompresnya saja kok. Benar kan Eunhyuk?”
Eunhyuk hanya menyunggingkan senyum termanisnya kepada RiHyun, mengatakan setuju atas pendapat RiHyun.

“DongHae ini memang kadang suka berlebihan Ri. Jadi harap maklum saja.” Ledek Eunhyuk. Salah satu kebiasaannya terhadap DongHae, tidak henti-hentinya ia meledek DongHae demi mencari perhatian Ri Hyun. Ri Hyun pun duduk di samping Eunhyuk dan ikut mengobrol bersama mereka.


Lama mereka mengobrol hingga waktu menunjukkan pukul 7 malam. Ri Hyun pun harus segera pergi. Ia lalu pamit kepada HyukJae dan DongHae untuk pulang ke rumah.

“Kalu begitu, kau bawa jaketku saja. Di luar dingin lho, mengingat sebentar lagi akan tiba musim gugur.” Tawar Eunhyuk kepada RiHyun.

“Gomawoo Eunhyuk-ah, kau baik sekali.”

“YAH! harusnya aku yang berterima kasih padamu karena sudah mau merawatku.”

“Sama-sama. Bukankah itu gunanya seorang teman ?” RiHyun tersenyum lebar kepada Eunhyuk. Eunhyuk  yang melihatnya diam terpaku menatapnya. Aku tidak salah menyukai yeoja itu.

“RiHyun-ah ?” panggil Eunhyuk. Bagi RiHyun, itu terdengar sangat manis. Sontak, ia pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah EUnhyuk.

“Ne Eunhyuk-ah ?”

“Maaf atas sikapku tadi pagi yaa. Bukan maksudku untuk membuang wajahku darimu. Aku hanya..” Ia menghentikan ucapannya. Bagaimana mungkin ia mengatakan yang sebenarnya kepada RiHyun kalau tadi pagi itu ia salah tingkah. Tapi apa alasan yang tepat ya?

“Hanya apa ?”

“Aku hanya lupa memberi tahu Ryeowook untuk mengembalikan komikku yang dipinjamnya. Aku takut dia lupa, maka dari itu.. aku harus cepat-cepat memberitahunya hehe.”

“Mm.. Arasso. tidak apa kok. Aku mengerti.” Ia pun melanjutkan langkahnya.

“RiHyun-ah ?” panggilnya sekali lagi.

RiHyun pun menghentikan langkah untuk yang kedua kalinya. Ia menoleh ke sumber suara yang ternyata berasal dari Eunhyuk  lagi.

“Ne ?”

“Bagaimana kalau aku mentraktirmu makan parfait ?”

Tobe.continued


selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar