Satu hal yang tidak pernah aku mengerti adalah : kenapa perasaan manusia selalu rumit?
Tidak pernah ada satupun orang yang bisa benar-benar
mengerti kita. Iya kan?
Begitu juga sebaliknya. Kita tidak pernah bisa
mengerti apa yang dirasakan orang lain. Karena kita tidak mengalaminya. Tapi,
setidaknya sebagian dari kita pernah merasakannya dan mengetahui bagaimana
rasanya. Itulah yang terkadang dianggap perlu oleh seseorang. Untuk sekadar..
iya sekadar berbagi rasa.
Ketika kita bercanda, hal yang menurut kita adalah sebuah
lelucon. Sebuah bahan tawaan, tetapi bagi orang lain itu adalah ejekan. Ketika
tertawa, hal yang membuat kita senang setengah mati, bisa jadi untuk orang lain
itu adalah sebuah siksaan yang berat. Bukan siksaan fisik, siksaan batin. Ketika kita merasa iri teman kita mempunyai ‘teman
dekat’, di satu sisi mereka sangat bahagia.
Bahagia.. Iya, bahagia. Bahagia itu kalau kita merasa
senang bukan? Iya gak? Hehe :p
Tapi, sebenarnya. Kebahagiaan sejati itu.. bukan
dari seberapa banyak yang kita terima lho. Tapi dari seberapa banyak kita
ngasih buat orang lain. Benar gak? Pernah gak kamu merasakan hal itu? Ketika membuat
orang-orang di sekelilingmu tertawa karena dirimu, tersenyum. Bukankah hal itu
membuat perasaan kita senang setinggi langit? Hehe :P
Tidak bisa dipungkiri bahwa tidak ada satu orangpun
yang bisa mengelak akan hal itu. Bisa saja itu terjadi pada kita bukan? Ralat. Bukan
bisa jadi, tapi memang terjadi.
Tetapi terkadang, memang ada orang yang datang kepada
kita, yang menguji kita dengan ejekan yang sebenarnya menusuk hati kita, bukan,
bukan bercanda, tapi ini sungguh ejekan.
Lalu kita harus bagaimana?
Aku.. aku.. aku enggak tau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar