“Ehem. Bagaimana kencannya hari ini ?” tanya sebuah suara yang tak lain adalah suara Min Young, sepupu RiHyun. RiHyun yang sedang melamun menjadi kaget setengah mati. Kupikir setan yang sedang menggangguku.
“Min Young !! Kau membuatku kaget tauk!” jawab RiHyun sungguhan. Bagaimana tidak ? Ia baru saja memasuki kamarnya dan menyalakan lampu ketika tiba-tiba ia menjumpai sepupunya duduk di kursi meja belajarnya dan bicara secara spontan. Terang saja itu membuatnya sangat terkejut.
“Ayolah, kau ini jangan berlebihan RiHyun-ah. Cepat ceritakan padaku ! Kalian tadi melakukan apa saja ?” desaknya. MinYoung sudah sangat tidak sabar mendengar cerita dari RiHyun apalagi ia tadi sempat mengintip lewat jendela adegan Eunhyuk yang sedang memeluk RiHyun dengan erat. Sungguh sangat membuat dirinya jealous terhadap sepupunya itu.
“Bagaimana ya ? Seperti itulah. Lagipula, itu bukanlah kencan Young-ah, hanya sebatas jalan bersama. Itu saja.” RiHyun menjelaskan dengan malas. Suasana hatinya seharusnya senang, tapi ini malah kebalikannya. Kalau ia diibaratkan sebagai burung, ia merasa salah satu sayapnya dipatahkan oleh benda keras yang membuatnya saat ini jatuh ke tanah, setelah sebelumnya ia terbang tinggi melintasi banyak awan.
“Jebal.. Kau kan sudah janji akan bercerita padaku.” MinYoung merengek padanya. Omona! apa DongHae tidak salah menyukai cewek manja sepertinya ? Huh. Batin RiHyun. Tapi, bagaimanapun juga, ia sangat menyanyangi sepupunya itu seperti kakaknya sendiri mengingat ia yang anak semata wayang, tanpa adik dan juga kakak. Tapi sepertinya itu terbalik ya ? Harusnya RiHyunlah yang sebagai kakak, bukannya MinYoung.
“Gereyo. Aku akan bercerita lengkap !! Khusus untukmu.”
RiHyun pun menceritakan se-mu-a-nya. Setiap detail yang ia lakukan bersama Eunhyuk. Bahkan hal yang tidak penting pun ikut ia ceritakan kepada MinYoung. Kesedihan yang ia rasakan barusan juga hilang seketika saat ia menceritakan acara ‘makan parfait’nya bersama Eunhyuk. Entah bagaimana ceritanya, tapi suasana hatinya kembali ceria. Sebagai teman juga cukup, lagipula mana mungkin Eunhyuk jatuh cinta pada seorang mahasiswi ? Ia pun meyakinkan dirinya. Mungkin ini adalah efek dari Ia yang juga seorang E.L.F
Beberapa respon positif diterima oleh RiHyun seperti saat Minyoung mengatakan ‘jincaeyo?’ ‘waah..’ atau ‘Omoona, betapa senangnya dirimu.’ Dan banyak lagi. Hal itulah yang membuat RiHyun kembali ceria. Setelah mereka puas berbincang, MinYoung pun pergi menuju kamarnya dan tidur. RiHyun pun bergegas untuk mandi.
*
Hari ini bukanlah hari Kasih Sayang atau pun hari ulangtahunnya, tapi RiHyun tahu dan yakin kalau hari ini hari yang sangat indah dan menyenangkan untuk dirinya. Awalnya ia sangat ragu saat ia datang ke taman dan melihat Eunhyuk bersama HyoHyun berdua mengobrol di taman, ia sangat kesal dan menyesali kenapa ia datang terlambat, namun ia mencoba memberanikan diri menemui mereka berdua. Dan setelah mendapat penjelasan dari Eunhyuk, ia pun merasa lega.
Sebenarnya, Eunhyuk sudah sering mengajaknya pergi bertiga-bersama Donghae ke berbagai tempat di Kota Seoul yang menurut DongHae sangat layak untuk dikunjungi, namun RiHyun selalu saja menolak karena dia yang sibuk Kerja paruh waktu untuk mencukupi kebutuhannya dan biaya kuliahnya.
Yap! Ri Hyun adalah cewek keturunan Korea-Indonesia yang memutuskan untuk Kuliah di Korea karena keluarganya banyak yang tinggal di Korea. Ia memutuskan untuk tinggal sendiri di sebuah rumah kecil tidak bertingkat namun unik di sebuah jalan di bagian utara Kota Seoul. Keputusannya mendapat kritikan dari ayah dan ibunya yang menyuruhnya tinggal bersama keluarga Hwang Min Young. Namun, ia pun segera mendapat ijin setelah Hwang yang memutuskan untuk tinggal bersama RiHyun, menemaninya sekaligus ia juga ingin belajar mandiri seperti dirinya. Pernah DongHae menanyakan hal ini kepadanya dan RiHyun hanya menjawab kalau dia ingin mandiri, tidak mau merepotkan saudaranya dan memang karena Ri Hyun lebih senang tinggal sendiri daripada dia harus tinggal di rumah yang bukan rumahnya.
*
Malam itu bisa dibilang sunyi, namun bagi Ri Hyun, malam itu begitu berwarna. Tentu saja, kenapa tidak ? Dia baru saja melewati sorenya yang cerah bersama Eunhyuk. Namja yang sudah disukai sejak lama.
Drrt, drrt. Getar HP RiHyun membuyarkan lamunannya. Ooh, ternyata sms dari DongHae, pikirnya. Ada apa ia sms malam malam begini ?
-Bagaimana kencanmu hari ini ? menyenangkankah ?-
Omoona, apa-apaan dia ini. Siapa juga yang kencan dengannya. Aku hanya jalan bersamanya dan itu hanya merupakan balas jasa karena dirinya telah menolong Eunhyuk..
-aku tidak kencan dengannya Donghae. Hanya jalan bersama dan makan parfait. Itu saja.-
-bukankah itu sama saja dengan kencan, hyuna ?-
-Jincaeyo ? mm.. Menurutku itu beda.-
Ada-ada saja DongHae ini. Tapi Donghae memang menyenangkan, pengertian dan suka bercanda. Itu yang RiHyun suka dari Donghae. Hanya saja, DongHae itu cengeng sekali. Pernah sekali ia diceritakan oleh Kangin-oppa soal DongHae yang menangis hanya karena dia dicuekin oleh teman-teman Super Junior lainnya saat dia sedang berbicara. Pernah juga ia menangis hanya karena dia tidak bisa menengahi pertengkaran antara Kyuhyun dan Eeteuk-oppa. Justru malah Eeteuk-oppa dan KyuHyun yang tidak jadi bertengkar dan menenangkannya. Sungguh, itu adalah hal terkonyol yang pernah didengar oleh RiHyun. Lamunan itu segera dibuyarkan oleh sms yang berasal dari DongHae.
-Aiiigo.. kenapa kau ini keras kepala sekali sih ? kenapa kau tidak mau mengakuinya saja kalau itu memang kencan. Lagi pula apa salahnya sih hyuna ?-
-Gereyo. Itu memang kencan. Otokke?-
-bagus! Aku akan memberitahu Eunhyuk kalau yang tadi itu memang kencan. Kau tahu ? Eunhyuk ada disampingku loh. J. Sepertinya dia akan merasa senang.-
-what ?? Aigo, Donghae!! Aku akan membunuhmu kalau kau sampai memberitahunya.-
-silahkan saja-
-Donghae, kau menyebalkan sekali !!-
Bagaimana ini ? apa DongHae benar-benar ingin memberitahukan pengakuanku kepada Eunhyuk. Kalau iya, apa jadinya nanti ? Bagaimana kalau nanti aku bertemu dengan Eunhyuk. Apa yang harus kulakukan ? aaiiish, pasti itu adalah hal yang memalukan. Sebaiknya aku tidur saja, aku tidak mau mendengar hal buruk lagi, setidaknya untuk malam ini . Lagi pula besok juga aku harus pergi kuliah. Haaaah,- bagaimanapun juga aku tetap merasa senang.
*
Pagi itu langit mendung dan cuaca berangin. Sepertinya musim gugur telah tiba. RiHyun memutuskan untuk tidur kembali dan menikmati cuaca tersebut. Lagipula, hari ini hari Minggu. Setidaknya ia mempunyai waktu luang dan tidak harus pergi kuliah sampai siang nanti, kemudian bekerja.
RiHyun bekerja sebagai penyiar radio di sebuah radio swasta yang cukup terkenal-meskipun tidak seterkenal radio Super Junior Kiss the Radio, tempat Eunhyuk dan Eeteuk-oppa bekerja selain-pastinya di kantor SM Entertainment. Sebelum ia sempat kembali ke tempat tidurnya, HP-nya berdering. RiHyun pun mencari Hpnya kemudian menjawab panggilan telepon yang telah menunggunya. DongHae ? Tumben sekali ia meneleponku pagi-pagi.
“Yoboseyo ?” suara Donghae terdengar nyaring di telepon.
“Ne, Yoboseyo Donghae. Ada apa pagi-pagi kau sudah meneleponku?”
“Ada yang ingin bicara padamu.” Ucap DongHae tanpa memerdulikan pertanyaan RiHyun.
“Siapa ?” tanya RiHyun penasaran
“Annyeong RiHyun-ah. Maaf mengganggumu.” Sebuah suara terdengar dari Hp RiHyun. Ia mengenal suara itu dan langsung terlonjak dari tempat tidurnya.
“Eunhyuk-ah ?? Kenapa kamu meneleponku lewat DongHae ?” tanya RiHyun. Kali ini ia benar-benar merasa heran sekaligus.. senang. Jarang-jarang Eunhyuk meneleponnya kecuali ada hal yang penting yang ingin ia bicarakan. Itupun kebanyakan soal Eunhyuk yang menanyakan tentang DongHae.
“Gwencana. Hpku mati, jadi mau tak mau aku harus menggunakan HP DongHae hehe. Omong-omong siang ini kau sibuk ?” nada suara Eunhyuk terdengar ragu-ragu namun entah kenapa suaranya begitu jelas dan sangat meyakinkan.
“Mm.. Paling, aku harus ke tempat kerjaku saja. Memangnya ada apa ?” jawabnya tenang, berusaha santai padahal dalam hatinya ia sangat gugup.
“Mmm.. Siang ini aku, dan DongHae ingin pergi menonton pertunjukan teater Ryeowook. Kupikir.. kau juga ingin menonton hehe. Tapi sepertinya tidak bisa ya ?”
“mm.. Sebenarnya aku mau, tapi hari ini aku harus pergi ke radio..” jelas RiHYun ragu. Sebenarnya ia ingin sekali pergi. Pastinya. Tapi ia juga tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya.
Eunhyuk yang berada di seberang sana merasa kecewa. Lagi-lagi RiHyun menolak ajakannya. Mengapa susah sekali sih mengajaknya pergi padahal ada DongHae disini. Ia berkata dalam hati. Seketika itu juga, raut wajahnya berubah menjadi sedih. Ia terdiam, tidak tahu harus bicara apa lagi, lalu DongHae pun mengambil HP-nya kembali dan berbicara kepada RiHyun.
“Hyun-ah. Ayolaah, hari ini Hari Minggu. Hari dimana semua orang bersantai. Mengapa kau masih saja tidak bisa ? Apa karna pekerjaanmu ?” tanya DongHae setengah berharap. Sungguh, ia tidak tega melihat sahabat sekaligus saudaranya itu, Lee Hyuk Jae, menjadi sedih karena RiHyun yang tidak bisa ikut pergi dengan mereka. Apalagi setelah mendengar cerita Eunhyuk akhir-akhir ini mengenai kencan mereka minggu kemarin. Ia pun berusaha membujuk kembali RiHyun.
“Hyun-ah ? Ayolaah. Atau, kau juga bisa mengajak Min Young ikut bersama kami. Ayolaaah Hyun-ah.” Pintanya sambil merengek. RiHyun pun tertawa.
“Hyun-ah, kenapa kau malah tertawa ? Apa ada yang lucu ?” tanya DongHae setengah cemberut.
“Kau yang lucu DongHae. Kau ini seperti anak kecil saja, suka merengek begitu..” RiHyun pun menghela napasnya kemudian melanjutkan “Mianhae DongHae tapi aku benar-benar tidak bisa. Mungkin lain waktu kita bisa pergi bersama.”
“YAH! Hyun-ah ! Katanya kau menyukai Eunhyuk” ia mengecilkan suaranya sambil pergi meninggalkan Eunhyuk yang sedang menonton TV di rumahnya. “Kau tahu tidak ? Eunhyuk-ah menjadi sedih loh kau menolak ajakannya.” Kemudian mengeraskan suaranya agar terdengar oleh Eunhyuk sendiri.
“Jincaeyo ?? DongHae kau jangan bercanda.” RiHyun membalas ucapan DongHae. Di seberang, Eunhyuk langsung mengumpat kepada DongHae, kenapa ia harus berkata terus terang kepada RiHYun mengenai perasaannya, itu kan rahasianya.
“Aku tidak bercanda Hyun-ah..” DongHae pun terkekeh mendengar umpatan Eunhyuk yang terdengar sangat bodoh.
“Terserah saja deh. Aku ngantuk DongHae. Aku mau tidur. Sudah ya. Annyeong.”
“Huh. Yasudah. Annyeong.” DongHae pun menutupnya.
RiHyun menutup HPnya dan tersenyum lebar. Ia sangat berharap perkataan DongHae benar adanya, Ia pun kembali ke tempat tidur. Semalam, RiHyun tidak bisa tidur karena harus menyelesaikan skripsinya. Ia mencoba untuk memejamkan matanya namun percuma saja. Mungkin sebaiknya ia tidak tidur.
Ia pun memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan memakan cemilan. Perutnya sangat lapar mengingat semalam ia yang juga tidak makan. Ia membuka jendela kamarnya, mengintip keadaan di luar yang masih mendung. Hawa dingin mulai memasuki kamarnya. Air hujan pun perlahan turun membasahi jalanan rumahnya. Ia jadi teringat kejadian beberapa tahun silam, saat dimana untuk pertama kalinya ia bertemu dengan Eunhyuk di sebuah taman bunga yang cukup sering dikunjungi oleh banyak kalangan di Seoul. Saat itu juga untuk pertama kalinya, ia menyukai Eunhyuk.
HP RiHyun kembali berdering. Namun kali ini bukanlah dari DongHae ataupun Eunhyuk, melainkan dari rekan kerjanya, Park Chan Rin.
“Yoboseyo, unnie ?” RiHyun berbicara terlebih dahulu.
“Ne, yoboseyo RiHyun-ah. YAH, aku sudah baikan sekarang. Jadi hari ini biar aku saja yang bekerja. Kau tidak perlu menggantikan jadwalku hari ini. Omong-omong gomawoo RiHyun-ah. Kau sudah menggantikan jadwalku selama ini. Pasti merepotkan ya ?” ChanRin, seniornya di kantornya itu baru saja sembuh dari sakit demamnya beberapa minggu terakhir ini. Jadi, RiHyunlah yang menggantikan jadwal siarannya bergantian dengan yang lain. Hal itu jugalah yang membuat ia terlambat datang saat acara ‘makan parfait’nya dengan HyukJae.
“Gwencana Unnie. Lagipula aku senang kok membantumu. Unnie kan sudah sering membantuku.” Balas RiHyun. Senyum lebar khas RiHyun pun mengembang. Kali ini ia merasa sangat senang.
“hehe. Oke deh. Annyeong RiHyun-ah.”
“Ne annyeong Unnie.” Ia pun menutup teleponnya. Kali ini, ia tidak langsung menaruh Hpnya seperti tadi namun ia langsung mengetik sms kepada DongHae.
-DongHae, hari ini kalian masih tetap ingin pergi menonton kan ? Kalau iya, Aku ikut ya.-
*
“Hyukkie !! Sepertinya siang ini kita harus tetap pergi menonton deh.” Teriak DongHae kepada Eunhyuk dengan semangat. Eunhyuk yang berada di dapur tidak dapat mendengar dengan jelas perkataan DongHae, tapi satu yang jelas, mood-nya sedang tidak bagus sekarang. Jadi ia tidak mau memperdulikan siapapun, termasuk DongHae.
“YAH! Hyukkie ! Kau dengar aku tidak ?” tanyanya sekali lagi.
“Anni.. Memangnya kau bicara apa ?” tanya Eunhyuk sambil menghampiri DongHae dengan secangkir teh di tangannya.
“Siang ini kau harus ikut aku menonton pertunjukkan Ryewook, kasihan dia. Setidaknya kita datang untuk menontonnya.”
“Kita lihat saja nanti. Aku malas, lagipula aku harus membersihkan apartemenku juga siang ini.” Jawabnya santai. Sebenarnya itu bukanlah alasan yang utama, selain ia yang sudah bete karena RiHyun yang tidak ikut, ia juga takut karena moodnya yang sedang tidak bagus itu malah membuat ia jadi tidak semangat menonton akting dongsaengnya yang paling imut itu, ia takut membuat Ryewook kecewa. Eunhyuk pun melanjutkan
“Bukankah Eeteuk-hyung dan Heechul-hyung juga akan datang ?”
“Yah sayang sekali kalau begitu. Padahal aku dan Hyun-ah akan pergi menonton pertunjukkan Ryeowook. Tapi kau tidak bisa ikut ya ?” tanyanya dengan ekspresi jahil khas DongHae yang selalu ia berikan kepada Eunhyuk.
“Maksudmu ?” tanyanya dengan heran. Apa maksud perkataan DongHae ? Bukankah RiHyun tidak bisa ikut menonton ? Lalu ?
“Aku dan RiHyun akan menonton Ryeowook. Kau jangan jealous yah !” DongHae pun tertawa. Ia tidak tahan melihat ekspresi kaget dan bingung Eunhyuk yang tidak jelas.
“Jadi RiHyun ikut ??? Kau tidak bercanda kan ?” Spontan, Eunhyuk pun menaruh cangkirnya di atas meja dan menuju ke arah DongHae. Ia pun langsung memegang kerah baju DongHae erat.
“Wah, kau semangat sekali Hyukkie !! Santai sedikit..” jawab DongHae sambil tertawa. Ia senang melihat sahabatnya itu kembali ceria dan bersemangat lagi. Ia berpikir, kenapa susah sekali menyatukan 2 orang yang saling menyukai sih ? Padahal mereka itu sahabatnya, seharusnya ia lebih mudah untuk jadi ‘mak comblang’ bagi kedua sahabatnya itu. Tapi sepertinya ia memang tidak berbakat untuk jadi ‘mak comblang’ ya ?
Mereka berdua mengobrol dan tertawa bersama. Sebenarnya tidak ada hal yang begitu lucu yang mereka tertawakan, tapi berhubung suasana hati Eunhyuk kembali ceria, suasana sekitar pun ikut ceria. Berkali-kali Eunhyuk dan DongHae tertawa melihat tingkah konyol kartun yang sedang mereka tonton. Tawa gembira dari seorang Lee Hyuk Jae pun kembali ada. Ya, tawa yang membuat banyak wanita menyukainya, termasuk juga Shin Ri Hyun.
*
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Ri Hyun dan MinYoung bergegas untuk pergi ke supermarket terdekat untuk belanja kebutuhan mereka berdua selama seminggu. Cuaca di luar masih mendung namun hujan sudah berhenti. Terlihat samar-samar pelangi yang berada di balik pohon seberang flatnya yang cukup indah. Membuat pemandangan pagi hari terasa begitu indah.
RiHyun memakai kaos oblong dengan jaket yang cukup tebal dengan motif LeoPard kesukaannya dan jeans warna hitam panjang. Sedangkan MinYoung, ia juga memakai jeans berwarna biru tua dengan sepatu boot warna kulit dan sebuah jaket berwarna hijau daun yang membungkus tubuhnya. Mereka berdua pun bergegas meninggalkan flat mereka.
“Young-ah. Kau mau menemaniku pergi bersama DongHae dan Eunhyuk untuk menonton teater ?” tanya RiHyun kepada MinYoung saat mereka berjalan.
“Kapan ?”
“Siang ini. Mau ?” tanya RiHyun dengan ceria.
“Boleh saja. Lagipula sudah lama juga aku tidak ketemu dengan mereka berdua.” Jawab MinYoung santai. Hari ini ia tidak ada kencan juga dengan Choi Siwon, kekasihnya. Jadi, apa salahnya ia menerima tawaran RiHyun ?
“OK. Aku akan memberitahu DongHae kalau kau juga ikut.” RiHyun pun tersenyum lebar. DongHae pasti senang mendengar hal ini. Ia pun tertawa kecil.
“Waeyo? Memangnya ada yang lucu ?” tanya MinYoung heran.
“Em ? Anni.. Aku hanya senang saja siang ini bisa bertemu Eunhyuk lagi meskipun ada kau dan DongHae juga hehe.” Jawabnya setengah asal. Min Young pun tersenyum. Oke, itu memang ucapan yang jujur dari RiHyun.
10 menit berlalu, akhirnya mereka sampai di sebuah supermarket yang cukup besar. Mereka pun menaiki escalator dan menuju lantai 2. Saat mereka menaiki escalatornya, mereka berdiri di escalator sebelah kiri, maklum saja mereka pasti tidak ingin ditabrak oleh orang yang sedang terburu-buru jika mereka berdiri di sebelah kanan. Seperti kejadian saat RiHyun pertama kali tiba di Seoul dan pergi ke supermarket juga. Saat itu ia berdiri di escalator sebelah kanan ketika tiba-tiba ia ditubruk oleh seorang laki-laki paruh baya. Hampir saja ia terjatuh kalau MinYoung tidak memegang tangannya. Setelah itu, MinYoung menjelaskan kepadanya bahwa escalator sebelah kanan adalah tempat untuk orang-orang yang sedang terburu-buru dan yang sebelah kiri adalah tempat orang-orang yang santai atau tidak terburu-buru. RiHyun pun hanya menganguk-angguk bingung sendiri, ia pun berpikir kalau Korea ternyata berbeda sekali dengan Indonesia.
RiHyun melihat ke sekeliling. Ia melihat sesosok namja yang dikenalnya tetapi juga tidak pernah terlihat lagi untuk beberapa tahun terakhir. Ia mengusap matanya, seolah ingin meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia memang benar-benar melihat namja tersebut. Namja itu menghilang entah kemana.
“Hyuna, kau sedang melihat apa ?” tanya MinYoung kepada RiHyun.
“Sepertinya aku baru saja melihat teman lamaku disini.”
“Mungkin itu hanya perasaanmu saja. Ayo, Hyun-ah kita sudah sampai.”
“Sepertinya..” Jawab RiHyun ragu. Ia sangat yakin bahwa ia memang melihat dia. Namun, pikiran itu segera dibuang jauh-jauh oleh RiHyun.
Setelah semua sudah dibeli, mereka pun bergegas untuk pulang. Sebelum mereka kembali menuruni escalator, RiHyun berhenti sejenak, seperti orang yang sedang terkejut. Pandangannya terfokus pada sosok seorang namja yang tadi dilihatnya. Namja itu memakai kemeja abu-abu dan dasi hitam. Untuk sejenak, pandangannya tidak bisa lepas dari orang yang sedang menaiki tangga escalator itu. Tanpa sadar ia bergumam, “aish. Bagaimana mungkin dia ada di sini ?”
*
Apa mungkin itu adalah dia ? Tapi.. Bagaimana mungkin ia bisa berada di sini ? Sedang apa ia disini ??
“Ada apa Hyun-ah ?” MinYoung menyadarkan lamunannya.
“Hm ? Anni.. Aku hanya sedang melamun saja. Kau sudah siap-siap ?” tanya RiHyun balik. Ia masih tidak habis pikir dengan pemandangan sekilas yang ia dapati ketika berada di supermarket tersebut.
“Sudahlah. Kau sendiri kenapa masih belum siap-siap ?” tanyanya heran. “Tumben sekali. Biasanya kau selalu paling semangat kalau ingin bertemu Eunhyuk.”
“Ne ? anni, hanya saja aku masih memikirkan seseorang yang baru saja kita temui di supermarket tadi.” Jawab RiHyun pelan. Ia tidak tahu harus mengatakan yang sebenarnya kepada Min Young atau tidak. Ia masih merasa belum siap menceritakan semuanya.
“Seseorang siapa ? Memang kau melihat siapa tadi ?” kali ini MinYoung benar-benar merasa heran. Ada apa dengan sepupunya ini ?
“Anni.. Aku tadi merasa sekilas melihat teman lamaku di Indonesia. Kupikir itu memang dia, tapi entahlah.” Sekali lagi, RiHyun terlihat ragu. Ia seperti orang yang sedang bimbang atau semacamnya. Jarang sekali ia seperti ini. Biasanya ia terlihat cuek dan ceria. Tidak pernah mengeluh ataupun sedih, kecuali untuk masalah Eunhyuk.
“Ooh begitu. Yasudahlah, jangan terlalu dipikirkan, cepat sana siap-siap.” MinYoung mendorong tubuh sepupunya itu masuk ke dalam kamar. Ri Hyun pun segera siap-siap. Sebelumnya DongHae bilang, kalau ia dan Eunhyuk akan menjemput mereka berdua bersama Heechul-oppa dan Eeteuk-oppa.
Awalnya, Ri Hyun sedikit terlihat kecewa, namun kekecewaan itu segera hilang saat Min Young menghiburnya. Tak Lama kemudian, RiHyun keluar dari kamar. Ia memakai jeans abu-abu dengan blouse berlengan warna oranye. Cocok sekali dengan kulitnya yang berwarna kuning langsat. Saat RiHyun dan MinYoung keluar dari flat mereka, mobil DongHae datang dengan mobil Audi milik Eeteuk-oppa berada di belakangnya. Eunhyuk turun dari mobil DongHae. Ternyata Eunhyuk yang mengendarai mobil DongHae, batin RiHyun.
Eunhyuk memakai pakaian serba hitam, kaus hitam dengan jaket warna hitam dan celana jeans hitam juga. Satu yang berbeda, ia memakai sepatu kets NIKE warna abu-abu. Saat Eunhyuk menghampiri RiHYun, RiHyun terlihat agak bingung dan malu karena pakaiannya dengan pakaian Eunhyuk sangat kontras. Ia pun melirik kepada Min Young yang memberikan isyarat kalau mereka berdua itu cocok. Hal yang sangat ingin di dengar oleh RiHYun.
“RiHyun-ah. Mari kita pergi.” Ajak Eunhyuk. Ia terseyum lebar, senyum khas miliknya yang membuat RiHyun melting abis. Ia pun membalas senyumnya.
“Ne, mari kita pergi. Eunhyuk-ah ?” RiHyun menahan tangan Eunhyuk dari belakang. Eunhyuk pun menoleh, ia memberi pandangan seperti ingin mengatakan ‘waeyo?’ kepada RiHyun. “Kau terlihat sangat..” RiHyun terhenti sejenak. Ia terlihat ragu.
“Ne ?” lagi-lagi Eunhyuk tersenyum jahil pada dirinya.
“Sangat.. keren, kurasa.” Rihyun melepas tangannya dari Eunhyuk. Sungguh, ia terlihat salah tingkah.
“Ne! Aku memang selalu terlihat keren RiHyun-ah. Bukankah karena itu aku disebut “Jewel Guy” ? benar kan ?” tetapi anehnya pesonaku ini sama sekali tidak menarik perhatianmu ya, RiHyun. Eunhyuk
melanjutkan dalam hati. Ia tertawa lebar.
“Aigoo, kamu ini pede sekali Eunhyuk-ah. Sudahlah, lupakan itu.” RiHyun menghela napas pendek dan tersenyum tipis. Kamu ini memang terlihat keren Eunhyuk, kapanpun dan dimanapun kamu berada.
“Enak saja. Aku tidak akan bisa melupakan itu. Ini pertama kalinya kau berkata bahwa aku keren. Sepertinya aku telah menarik perhatianmu ya ?” tanyanya sekali lagi jahil. RiHyun menoleh ke arahnya.
“Menurutmu bagaimana ?” RiHyun balik bertanya. Ia mengalihkan pandangannya dari Eunhyuk dan tertawa kecil. Tawa yang justru membuat Eunhyuk terlihat bingung. Ia menoleh sekali lagi ke arah Eunhyuk, dan terlihat senyum dan tawa lebar di wajah tampan Eunhyuk.
Omoona !! Mengapa ia terus tersenyum lebar seperti itu. Aiish, kau membuat jantungku berdegup tidak karuan Eunhyuk. Tapi, bagaimanapun juga. Ya! Kau telah menarik perhatianku. Bahkan sejak dulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar