annyeonghaseyo ^^
this fanfic created for my friend.. Ian ^^ thanks for helping me in writing :))
Ini fanfic keduaku setelah fanfic eunhyuk. kuharap kalian menikmatinya. aku mohon kritik dan sarannya juga dong yah yah yah? gomawooo :)))
Ini fanfic keduaku setelah fanfic eunhyuk. kuharap kalian menikmatinya. aku mohon kritik dan sarannya juga dong yah yah yah? gomawooo :)))
Kyuhyun menatap keadaan sekitar. Pandangannya masih
terfokus pada gedung apartemen yang berada di tepat di seberang jalan tempat ia
berdiri. Gedung apartemen yang tidak terlalu besar, dengan pemandangan depannya
sebuah taman pohon yang rindang dan sekelilingnya yang merupakan toko-toko
makanan cukup besar yang pasti membuat dirinya merasa nyaman. Ia tidak salah
lagi memilih apartemen ini untuk menjadi tempat tinggalnya yang baru. Sebuah
senyum mulai merekah di wajahnya yang manis, yang tentu saja membuat semua
perempuan yang melihatnya leleh dengan sempurna.
Akhirnya aku
menemukan tempat tinggal juga. Baiklah, sekarang aku harus pulang dan
membereskan semuanya. Tidak tidak, aku harus memesan kamar dulu di gedung
tersebut. Kalau ternyata semua kamar di apartemen tersebut sudah penuh, gimana
coba?. Apartemen ini kan tidak terlalu besar.
Ia bergegas menyebrangi jalan dan kemudian masuk ke
dalam gedung apartemen tersebut. Terlihat seorang resepsionis yang agak
terkejut melihat kedatangan Kyuhyun.
“Annyeong Haseyo (apa kabar), Naneun Park Ji Hyun
imnida (saya adalah Park ji Hyun). Ada yang bisa saya bantu, doryeonnim? (tuan)”
sapa pegawai perempuan tersebut ramah. Wajahnya terlihat sumringah sekali
begitu melihat Kyuhyun datang.
“Apakah masih ada kamar kosong untuk disewa?”
“Masih ada banyak. Mau lantai berapa? Di lantai 1
ini tersedia kamar dari nomor 1 hingga 50, begitu juga lantai 2, 3, 4 dan
5. Apakah Ahjussi (Paman; formal) mau
pilih kamar reguler atau eksecutive?” jelas Pegawai tersebut dengan sangat
ramah tetapi malah mendapat respon bingung dari Kyuhyun.
Seperti kamar
hotel saja ada eksecutive sama regulernya segala.
“Sebentar. Panggil aku Kyuhyun-ssi saja, jangan
Ahjussi. Itu tidak enak didengar. Jadi, apa perbedaannya?”
“Hmm banyak. Kamar mandi lebih besar, ruang tamu
lebih luas, kamar lebih banyak, ada beranda yang cukup luas, dapur yang
menyediakan alat-alat masak lebih lengkap dan sebagainya. Jadi bagaimana?”
Hoo, begitukah.
Ternyata Apartemennnya tidak sesederhana yang kukira. Tapi gak papa lah. Yang
penting aku menyukai tenpat ini, sangat.
“Kalau begitu aku pesan yang kamar eksecutive saja.
Jogeiyo, Agasshi (permisi, Nona). Mungkin aku baru akan pindah ke sini lusa.
Eoteokkhaji? (bagaimana?)”
“Ah, gwaenchanha (tidak apa-apa). Boleh kami meminta
nomor telepon Anda, Kyuhyun-ssi? Supaya lebih mudah.” Park Ji Hyun tersenyum
dan masih menatap Kyuhyun dengan perasaan yang sangat senang. Seperti melihat
permata saja.
“Geurae (baiklah). Ini kartu namaku. Nona bisa menghubungiku
kalau memang semuanya sudah siap. Tenang saja, aku serius untuk menyewa
apartemen ini.”
“Kansahamnida (terimakasih; formal) Kyuhyun-ssi.
Anda mau memesan kamar nomor berapa?"
“ Aku mau memesan kamar yang menghadap kearah sana.”
Kyuhyun menunjuk taman pohon yang berada di seberang gedung.
“Hmm, baiklah. Kamar itu kamar nomor.. Sebentar.
Kamar nomor 063. Letaknya di Lantai 2.”
“Nee.. GeuraĆ«yo. Aku pesan kamar itu. Kansamhamnida.”
“ Ne, kansamhamnida Kyuhyun-ssi. Annyeong haseyo.”
Kyuhyun hanya tersenyum lebar. Senyum yang sangat
tulus dan membuat pegawai apartemen tersebut leleh. Ia pun keluar dan
meninggalkan apartemen tersebut.
*
“Mwo? (apa?) Kau mau pindah ke apartemen Kyuhyun-ah?
Kenapa kau tidak bilang pada Hyeong? (sebutan laki-laki terhadap laki-laki yang
dianggap lebih tua) Kan aku ataupun yang lain bisa membantumu mencarikan apartemen yang bagus. Atau kau bisa
tinggal di sini bersama kami.” Tanya Eunhyuk yang baru saja masuk dorm Super
Junior di kantor SME. Wajahnya jelas sekali menunjukkan rasa terkejut sekaligus
heran. Ia langsung melepas topi abu-abu yang dipakainya dan mengambil tempat
duduk di sebelah Kyuhyun. Masih mendengarkan inti permasalahan.
“Andwe (tidak) Hyeong. Bukannya aku tidak mau kalian
semua membantuku mencari apartmen dan
memilih tinggal di sini bersama kalian, tapi sungguh. Apartemen itu tidak jauh
dari sini kok. Tinggal Lurus terus belok kanan sedikit. Aku memilih Apartemen
itu karena menurutku letaknya sangat strategis dan di situ banyak toko makanan
Hyeong hehe. Jadi aku tidak perlu repot belanja jauh-jauh hehe.” Jawab Kyuhyun
santai. Ia memindahkan posisinya agar tidak terlalu dekat dengan Eunhyuk
kemudian bersandar pada badan kursi sembari mengambil bantal yang sedari tadi
didudukinya. Ia merasa keputusan yang dibuatnya tidak menimbulkan penyesalan
sedikitpun karena memang ia sudah memikirkan itu baik-baik.
“Hyeong pasti akan sangat terkejut melihat
apartemenku nanti. Jujur saja, apartemennya tidak terlalu besar tapi aku cukup
merasa nyaman dan aku senang dengan pemandangannya. Sebuah taman pohon dengan
background Kota Seoul yang bercahaya. Tenang saja Hyeong.” Kyuhyun berkata
lagi. Kali ini berharap Hyungnya tidak terlalu mencemaskannya lagi. Toh, untuk
apa juga? Ia sudah besar dan bisa menjaga dirinya sendiri.
“Bukan begitu Kyuhyun-ah. Aku percaya kalau kau
memilih apartemen itu dengan perhitungan yang yah –cukup baik, hanya saja yang
tidak kami suka adalah kenapa kau tidak memberitahu kami sebelumnya? Hal itu
membuat kesan seperti kau menjaga jarak dengan kita semua. Itu saja.”
“Geurae? (begitukah) Mianhae (maaf; informal) Hyeong..
Tapi sungguh aku tidak bermaksud seperti itu. Suer deh ^^” jawab Kyuhyun ragu.
Ia kemudian mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya meminta perdamaian kepada
Hyeongnya.
“Hm.. Dwaesseo (sudahlah). Terserah kau saja
Kyuhyun-ah. Kapan rencananya kau mau pindah?” tanya Heechul yang sudah pasrah
dengan keputusan Kyuhyun yang jelas membuat member Suju lainnya kurang sreg.
“Rencananya lusa.”
“Lusa???” tanya yang lain kompak. Kyuhyun tertawa ketika
melihat ekspresi Hyeong-Hyeongnya yang sungguh sangat jelek. Tapi tawa itu
segera mereda melihat Hyeongnya langsung berubah menjadi sangat serius.
“Eo (ya; informal). Waeyo? (kenapa?)”
“Secepat itukah? Memangnya kau sudah membereskan
semuanya?” tanya Donghae. Diantara member yang lain, memang Donghae-lah yang
paling dekat dengan Kyuhyun. Jadi pantas saja ia bertanya demikian.
“Baru sebagian. Eomma dan Appa juga sudah membantu.
Wae? Kalian mau membantuku pindahan juga?”
“Tentu saja Kyhyun-ah. Kenapa tidak?” tanya Sungmin
dengan ekspresinya yang khas. Wajahnya berubah mendadak ceria sambil berjalan
menghampirinya.
Kyuhyun melihat Hyungnya satu per satu. Sepertinya
mereka serius dengan ucapan Sungmin hyeong.
“Ne. Kalian boleh membantuku Hyeong.”
“Jinjja? (benarkah) Geurae (baiklah), lusa kita semua
harus ke rumah Kyhyun. Ya! (hei!) Kyuhyun-ah. Kau kan akan pindah. Berarti kita
semua harus merayakannya nanti.” Yesung ikut bicara dan disambut sorakan dari
member Super Junior lainnya.
Sore itu, dorm Super Junior yang harusnya menjadi
tempat latihan mereka untuk merilis album baru mereka mendadak menjadi tempat
obrolan mereka yang mengundang tawa dan kegaduhan.
“Baiklah. Cukup sudah kita mengobrol. Sebaiknya kita
lanjutkan latihan kita. Kalian tidak mau kan Soo Man ahjussi memarahi kita?”
tanya Eeteuk sambil berdiri dan membenahi pakaiannya disusul member yang lain.
*
Kyuhyun menarik napas panjang. Menghirup udara kota
Seoul yang masih pagi. Sudah lama sejak ia tidak lagi lari pagi seperti ini.
Beberapa bulan ini benar-benar membuatnya harus bekerja walaupun hari itu
adalah hari Minggu.
Kyuhyun berhenti, sengaja melewati apartemen yang
akan ditempatinya dan melihat-lihat keadaan sekitar. Cukup bagus untuk ia
tempati, tidak ada hal yang kurang yang membuatnya ragu. Ia kemudian lari
kembali ditemani senyumnya yang mulai terangkat.
*
“Haaaaah, akhirnya.. sampai juga !!” Kyuhyun
menghempaskan dirinya ke atas tempat tidur apartemen barunya sementara
hyeong-hyeongnya sibuk membawa masuk barang-barangnya ke dalam kamar.
“YA! Kyuhyun-a! Bantu kami! Barang bawaanmu berat
sekali.” Ryeowook masih berusaha membawa masuk koper Kyuhyun.
“Eo! Mianhae Hyeong. Aku lupa. Kau pasti kelelahan
sekali ya? Wajahmu kasihan sekali haha” Kyuhyun tertawa sekaligus kasihan
melihat Ryeowook, ia segera menghampirinya.
“Mwo?? Neo jinjja (kau benar-benar).. Kau
mentertawakanku? Eomeo (ya ampun!) Kyuhyun-a.. Kau benar-benar evil maknae!
Tega sekali kau dengan hyeong-hyeongmu ini. Kasihan tuh Eunhyuk-hyeong. Bantu
dia!” Ryeowook mencibir. Ia tak habis pikir dengan sikap dongsaengnya itu.
Ryeowook kemudian membawa salah satu koper Kyuhyun dan membawanya dekat tempat
tidur Kyuhyun. Ia mendesah dan melemparkan dirinya ke kasur.
“Ige mwo ya! (apa-apaan ini?!) Itu kasurku hyeong!
Jangan menidurinya sebelum mendapat izinku!” ucap Kyuhyun datar, kemudian
tersenyum jahil saat melihat ekspresi Hyeong yang satunya ini.
“YA! Kyuhyun-ah!! Kau tega sekali denganku. Tau gitu
mending aku tidak usah membantumu kemari.”
“Wahaha. Kena kau hyeong !! aku hanya bercanda, mianhae.” Jawab Kyuhyun santai. Ia
kemudian keluar kamar dan segera membantu Eunhyuk juga Sungmin yang sedang
membawa barang-barangnya.
*
“Mwo?? Waaaah kau benar Kyuhyun-a! Kamarmu enak
sekali ya. Aiish, pemandangan luar jendelanya juga menarik sekali. Aku tidak
menyangka di sini ada pemandangan sebagus ini.” Eunhyuk menghampiri jendela dan
melihat ke bawah. Baru kali ini ia mendapati apartemen kecil yang memiliki
fasilitas kamar yang menurutnya tidak terlalu buruk dan terbilang cukup bagus.
“Benar kan apa yang ku bilang? Haha” Kyuhyun
medengus, masih memilih untuk berbaring di tempat tidurnya sementara Sungmin
dan Ryewook menghampiri Eunhyuk. Ia merasa ada sesuatu yang ganjil di kamarnya.
“Eh? Ini sungguh bagus Kyuhyun-a! Waaah, sepertinya
aku harus sering-sering main ke sini kali yah?” Sungmin meledek Kyuhyun yang
dibalas dengan tatapan sebal Kyuhyun pada Sungmin.
“Ya! Kyuhyun-a! Jangan berikan aku tatapan seperti
itu.”
“Ahahaha, mian hyeong.”
“Sudahlah lupakan saja. Eh lihat! Sepertinya member
SuJu lainnya sudah datang.”
“Sepertinya.” Jawab Kyuhyun datar.
*
Kyuhyun menghempaskan dirinya ke tempat tidur. Hari
ini benar-benar lelah. Ia tidak menyangka hyeong-hyeongnya akan seheboh tadi. Ia menoleh ke arah ponselnya yang berdering
dan mendapati eommanya yang menelepon.
“Yoboseyo eomma. (halo ibu) Ne, aku sudah sampai.
Iya, tadi juga hyeong Suju juga sudah kemari. Apa? Eo, baiklah. Aku tunggu
kedatanganmu malam ini eomma. Annyeong.” Kemudian meletakkannya kmbali di
samping tempat tidurnya. Ia menghela napas. Matanya mulai terpejam saat
tiba-tiba seseorang lewat didepannya.
*
Shin RinAh sedang berjalan mengendap-endap di depan
Kyuhyun saat ia tahu bahwa Kyuhyun menyadari keberadaannya dan melihatnya. Ia
langsung terlonjak kaget saat Kyuhyun langsung datang menghampirinya.
“Neo!! Nuguya?” (kau!! Siapa?) Kyuhyun menatap RinAh
tajam dengan tatapan sinisnya yang membuat RinAh justru bergidik takut.
“Hah? Anniyeyo!! Mianhabnida, (gak papa!! maaf) kau
bisa melihatku?” tanya RinAh mengabaikan pertanyaan yang dilontarkan kepadanya.
“Mworago? (apa katamu?) Apa maksudmu? Tentu saja aku
bisa melihatmu. Kau pikir dirimu hantu?” Kyuhyun tertawa dan melirik ke RinAh
sinis. RinAh yang langsung mendengus sebal saat Kyuhyun memberinya pandangan
–hey jangan bertindak bodoh seperti itu– dan RinAh melengos, meninggalkan
Kyuhyun yang masih tertawa.
RinAh terdiam sejenak kemudian melanjutkan,
“Well, tidak sepenuhnya.” Jawab RinAh, membuat
Kyuhyun berhenti tertawa.
“Maksudnya?”
“Aku tidak bisa dilihat oleh orang lain. Tapi aku
juga bukan hantu.” Jawab RinAh datar.
“Mwoya?? Eomeona!
Apalagi sekarang??” Kyuhyun mendengus, lebih kepada dirinya sendiri. Ia
benar-benar tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.
“Apanya yang ‘apalagi sekarang?’” jawab RinAh masih
cuek. Kyuhyun langsung mengahmpirinya dan melihatnya baik-baik. Tidak ada yang
salah dengan dirinya. Masih tak percaya, sekali lagi Kyuhyun melihat RinAh dari
ujung bawah hingga ujung kaki, dan tidak ada yang salah dengan dirinya.
Sungguh.
Kyuhyun mendongak, mendapati RinAh yang tersenyum
padanya. Seketika itu juga, Kyuhyun harus mengakui bahwa senyum RinAh terlihat
manis.
*
“Jadi, kau ini semacam arwah begitu?” tanya Kyuhyun
penasaran. Ia masih tak percaya dengan semua hal yang ia alami barusan. Otaknya
tidak bisa diajak kompromi, terlalu lelah untuk memikirkannya.
“Sepertinya. Aku bukan hantu atau apapun yang kau
pikir. Aku ini masih hidup. Masih hidup! Hanya saja jiwaku terpisah dengan
tubuhku. Dan aku tidak tahu bagaimana caranya untuk kembali.” Jawab RinAh
panjang lebar. Raut wajahnya terlihat sedih tetapi masih bersemangat. Apa yang membuatnya
bersemangat? Tidak ada yang tahu.
“Jadi aku harus menyebutmu apa?” Kyuhyun bertanya
datar. Sama sekali tidak tertarik dengan
apa yang diucapkan RinAh barusan. Ia menatap RinAh, mencari jawaban. Tapi yang
ia dapatkan hanya sebuah cengiran lebar dari gadis itu.
“Aku tahu! Kau belum mengetahui namaku kan? Sebut
saja aku RinAh! Arasseo?? (oke?)” RinAh
masih masih tersenyum lebar, berharap Kyuhyun menjawab iya, dan kemudian
bersedia membantunya.
“Mwo? Shireo!!
(Tidak mau!) Aku tidak membutuhkanmu. Jadi untuk apa aku mengetahui namamu?” RinAh
tersentak, kaget karena mendapat respon yang tak pernah terpikirkannya
sekalipun. RinAh mendengus dan memutuskan keluar kamar untuk berjalan-jalan.
“Yaa RinAh-ssi!! Odiya?
(mau ke mana?)” Namun tidak RinAh hiraukan ucapan Kyuhyun. Ia pergi melesat
menembus pintu kamar Kyuhyun yang tentu saja membuat Kyuhyun sukses tercengang.
Terkejut karena RinAh tidak berbohong mengenai ucapannya tadi. Jadi sebenarnya, siapa dia ini???
*
Kyuhyun membuka matanya. Ia merasa lelah sekali
setelah semalaman membereskan kamar apartemennya. Meletakkan barang-barangnya
di tempat yang sesuai dan mulai menghias kamarnya. Sesekali ia menengok pintu
kamarnya, taku-takut seseorang yang mengaku bernama RinAh itu datang tiba-tiba,
membuat ia takut dan jantungnya mendadak berhenti. Tapi hasilnya nihil, tidak
ada seorang pun yang datang mengetuk atau RinAh yang bakal menembus dinding pintunya seperti tadi malam. Ia
mendesah pelan, mengucek matanya dan kemudian terduduk d atas tempat tidurnya.
“Annyeong haseyo, Kyuhyun-ssi!!” RinAh menyapa
Kyuhyun dengan cengiran lebarnya yang khas dan –bisa dibilang– manis namun
tetap saja menakutkan bagi Kyuhyun.
“eomeona!!” Teriak Kyuhyun kaget. Ia terdiam sejenak kemudian menarik napas
panjangnya.
“YA!! Kau benar-benar membuat jantungku hampir
berhenti berdetak. Lain kali jangan membuatku seperti itu. Astaga, aku lupa.
Kau kan hantu. Pantas saja berbuat seperti itu.” Tambah Kyuhyun. Ia menyesal
karena sebelumnya sempat memikirkan tentang gadis ini yang sekarang membuatnya
shock berat.
“Apakah aku begitu menakutkan? Aku hanya ingin
menyapamu. Itu saja.” RinAh berbalik, berjalan menuju dapur dan bermaksud
membuatkan Kyuhyun sarapan, tapi kemudian berhenti. RinAh sendiri heran, kenapa
ia bisa berjalan menuju dapur padahal jelas-jelas ia tahu bahwa ia tidak lagi
bisa memegang benda dan ia jelas tidak membutuhkan makanan.
“Mau apa kau?” Kyuhyun bertanya heran. Ia
menghampiri Rin Ah, mencoba memegang
pundaknya tapi tidak terjadi apa-apa. Kyuhyun sekali lagi tercengang. Ia
benar-benar berhadapan dengan seorang hantu sekarang. Di pagi hari pula.
“Apa?
Sekarang kau percaya kan kalau aku ini tidak bisa dlihat?”
“Ah, itu benar! Kau benar-benar hantu ternyata.”
“Terserahlah kau mau menyebutku apa. Tapi, aku
memang tidak bisa dilihat. Aiiish, aku benar-benar seorang arwah ternyata!”
tunduk RinAh, ia mulai terlihat muran dan menjadi lemas. Karena kejadian itu,
ia jadi seperti ini. Menjadi makhluk 2 dimensi yang tidak bisa dilihat. Tidak
mati, tidak juga hidup.
“waeyo?”
“Anniyeyo.” RinAh mendongak dan tersenyum samar, ia
melewati Kyuhyun dan kemudian duduk di tempat tidurnya. Tidak tahu apa yang
ingin dilakukannya.
“RinAh-ssi?” panggil Kyuhyun tiba-tiba. RinAh segera
menoleh ke arah Kyuhyun.
“Ne?” tanyanya lembut, lebih tepatnya pelan. Raut
wajahnya masih terlihat sedih.
“Mmmm, kenapa kau bisa berada di sini? M-maksudku,
iya kau bisa berada di mana saja. Tapi aku merasa kau sebelumnya tinggal di
sini. Benarkah?”
“Eo! Dan kau orang yang telah mengganggu tempat
tinggalku sekarang.”
“Astaga, jadi kau beneran hantu ya? Kau penghuni
apartemen ini??” suara Kyuhyun meninggi. Ia tidak menyangka kalau semua
film-film horror yang pernah ia tonton memang benar terjadi. Kyuhyun bergidik
ngeri.
“Well, kau tidak usah takut begitu padaku!! Aku
tidak akan mengganggumu apalagi sampai memakanmu.” Tentu saja kau telah
menggangguku. Pikir Kyuhyun. Tapi Kyuhyun membenarkan ucapan RinAh yang
selanjutnya. Ia memang tidak terlihat
menakutkan sama sekali. Sekali lagi, Kyuhyun begumam dalam hati. Seolah
bisa membaca pikiran Kyuhyun, RinAh menambahkan,
“Aku memang penghuni rumah ini. Tapi itu dulu,
sebelum semuanya terjadi dan akhirnya membuat aku seperti ini.”
“Maksudmu? Kejadian apa?”
“Dwaesseo.
(sudahlah) Aku gak berminat membahasnya sekarang.”
“Kemarin, kau sempat bilang bahwa kau tidak tahu
bagaimana caranya kembali ke tubuhmu? Berarti tubuhmu masih ada?” tebak Kyuhyun
serius membuat RinAh melongo. Apa-apaan
ini. Masa sih aku berkata seperti itu pada orang asing begini? Batin RinAh
setengah tak percaya. RinAh mulai salah tingkah. Saat ini ia benar-benar tidak
mau membicarakan dirinya.
“Oh iya, bukankah 6 bulan lalu kau sempat mengalami
kecelakaan ya Kyuhyun-ssi? Apakah keadaanmu sudah jauh lebih baik?” RinAh
mengalihkan pembicaraannya. Kali ini Kyuhyun yang terlihat tidak senang.
Seperti tidak mau membicarakannya juga.
“bagaimana kau tahu?”
“Mm? Gampang saja, sekitar 5 bulan yang lalu aku
mulai pergi ke sana-kemari tidak jelas hanya karena merasa bosan. Yah, kau tahu
kan bagaimana rasanya tidak terlihat, tidak dapat memegang benda apapun dan
tidak mempunyai teman bicara. Jadi, aku mulai mencari tahu gosip-gosip tentang
selebriti. Salah satunya adalah kau. Hahaha”
“YA! Dasar kau ini. Hmm, aku baik-baik saja. Hanya
saja.. orang yang bertabrakan denganku yang tidak baik-baik saja. Banyak yang
bilang ia koma, tapi aku sendiri juga tidak tahu. Untung saja perusahaan SM mau
membantuku mengurusi semuanya. Dan sejujurnya aku merasa tertolong juga saat
keluarga dari orang tersebut tidak menuntutku.”
“Geurae? Baguslah. Tapi, Kyuhyun-ssi. Apakah kau
tidak merasa bersalah terhadapnya?” tanya RinAh mendadak. Seketika itu juga
Kyuhyun terdiam. Ia tidak menyangka mendapat pertanyaan tersebut.
“Waeyo?” tanya RinAh sekali lagi.
“Ah, mmm bagaimana ya? Eh, tunggu sebentar. Kenapa
aku jadi banyak bicara denganmu seperti ini?? Kau bahkan bukan temanku.” Kyuhyun
mendengus pelan dan berjalan menuju dapurnya, mengambil sebotol air mineral
dingin dari lemari es-nya.
“Yasudah kalau tidak mau cerita.” Jawab RinAh cuek.
Kyuhyun yang sedang menenggak air mineralnya kemudian berhenti, menengok ke
arah RinAh yang entah sedang melakukan apa dan menarik napas panjang.
Kyuhyun merasa bersalah. Tentu saja. Hanya saja, ia
tidak tahu bagaimana caranya meminta maaf kepada orang tersebut. Ia juga tidak
tahu apakah orang tersebut masih hidup atau malah sudah meninggal. Ia juga
tidak tahu di mana orang itu dirawat. SM menyuruhnya untuk tidak
mengingat-ingat soal kecelakaan tersebut lagi. Maka Kyuhyun juga tidak
mengingatnya. Tapi, gadis yang di depannya ini.. membuatnya ingat kembali.
Dan
membuat rasa bersalah itu muncul lagi.
***
to be continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar