Selasa, Maret 06, 2012

Two

Gadis itu terbangun setelah tertidur selama beberapa jam akibat lelah menangis. Kemudian menyandarkan punggungnya ke dinding kamarnya dan berdiam diri sebentar. Mengumpulkan nyawanya kembali dan menatap keadaan sekitar. Ia melihat jendela kamarnya yang berembun. Menghampirinya. Kemudian secercah sinar menyilaukan matanya. Ia menyipit, menyadari bahwa hujan kini sudah tidak menetes lagi dan digantikan oleh sinar sore yang cukup indah. Ia melongok dan melihat seseorang berdiri di depan rumahnya. Tidak-tidak, ia melihat 2 orang di sana.

Gadis itu terdiam dan cepat-cepat menutup jendelanya begitu menyadari salah satu orang tersebut sedang memperhatikannya. Tiba-tiba saja air matanya bercucuran lagi. Bahkan lebih deras dari yang sebelumnya. Ia menangis tanpa alasan. Hanya menangis menyadari kebodohannya, kegagalannya, ketidaksanggupannya menerima semua keadaan. Satu per satu harapannya pupus, hilang entah kemana. Harapan yang sudah ia bangun dengan susah payah, harapan yang selama ini menjadi pegangan hidupnya, harapan yang membuat ia kembali bersemangat. Dan kali ini, ia tidak tahu lagi harus berpegang kepada siapa. Gadis itu jatuh, runtuh. Mungkin juga sudah pecah berkeping-keping.

sebelumnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar